AMBONESIA

Mahasiswa Dukung Polisi dan Jaksa Proses Koruptor

RakyatMaluku.comSEJUMLAH mahasiswa yang mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Mahasiswa Maluku Anti Korupsi, mengecam pihak-pihak yang sengaja menghambat proses-proses kerja kepolisian dan kejaksaan dalam mengusut dan menuntaskan kasus kejahatan tindak pidana korupsi (TPK), yang melilit para oknum pejabat di daerah ini.

Para mahasiswa ini mendukung sepenuhnya kerja-kerja Polda Maluku dan Kejati Maluku, untuk mengungkap para pelaku koruptor sampai ke akar-akarnya. Dukungan para mahasiswa ini disampaikan dalam aksi demonstrasi yang digelar di laman Kejati Maluku, Senin, 7 Mei 2018.

Ketua Aliansi Mahasiswa Maluku Anti Korupsi, Basim Warmangan, dalam aksi ini menegaskan, korupsi telah menjadi penyakit endemik yang mudah menyebar dan sulit untuk dilawan. Korupsi punya karakteristik penghancur yang kuat, merusak sistem pemerintahan, hukum hingga sistem sosial. Praktek korupsi juga merusak sistem demokrasi dan supremasi hukum, mendorong pelanggaran terhadap HAM, mendistorsi ekonomi hingga menurunkan kualitas kehidupan.

Korupsi juga terbukti merugikan keuangan negara, merugikan perekonomian, menghambat pembangunan dan juga menyengsarakan masyarakat. “Karena sangat ironi, jika ada pihak tertentu di Maluku yang malah menuding bahwa upaya penegakkan hukum dan pemberantasan korupsi bisa merusak sistem hukum di negeri ini,” cecar Basim.

Basim yang berperan sebagai Koordinator lapangan (Korlap) menegaskan, pemberantasan korupsi harus dilaksanakan dan tidak boleh dibiarkan terus berkembang, larena tindakan itu sangat merugikan serta membahayakan bangsa dan negara. Bahkan, kebencian terhadap tindak pidana korupsi (Tipikor) harus tertanam di masyarakat. Sehingga budaya yang dianggap merugikan negara dan menyengsarakan masyarakat itu tidak diwarisi secara turun-temurun kepada generasi baru.

Sementara itu, Sekretaris AMMAK, Jumran Rumakat, dalam orasinya mengatakan, gerakan pencegahan agar tidak terjadi korupsi pada semua lini dimaksudkan agar keuangan negara bisa terselamatkan dan pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan. “Karena itu upaya pemberantasan korupsi oleh pihak Kejaksaan dan Kepolisian di Maluku melalui penegakkan supremasi hukum harus mendapatkan dukungan sepenuhnya oleh masyarakat kita di Maluku,” tegas Jumran.

Sikap dari para mahasiswa yang tergabung di Aliansi Mahasiswa Maluku Anti Korupsi yakni, engapresiasi pihak kepolisian dan kejaksaan Maluku yang telah berkomitmen sungguh untuk berantaskan segala bentuk upaya tipikor di Maluku. Menolak pengkerdilan institusi kepolisian yang dilakukan pihak tertentu dengan berbagai cara dengan membentuk opini melalui media sosial maupun media massa. Selanjutnya, mendukung pihak penegak hukum baik kepolisian maupun kejaksaan untuk menuntaskan mega korupsi yang terjadi di Maluku.

Menghimbau masyarakat Maluku untuk selalu mendukung segala upaya pencegahan dan pemberantasan korupsi di Maluku, serta mengajak masyarakat untuk terus mengawal proses pengusutan kasus tipikor yang terindikasi melibatkan para pejabat daerah, baik di tingkat kabupaten/kota maupun di tubuh Provinsi Maluku.

Aksi yang dilaksakan mahasiswa anti korupsi itu berawal di depan Posek Sirimau tepat didepan Gong Perdamaian Dunia, kemudian dilanjutkan di depan kantor Kejati Maluku dan setelah itu dilanjutkan di Polda Maluku. (R1)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top