KABUPATEN KEP TANIMBAR

Masyarakat Adaut Tolak Pelantikan Kades

Agustinus Luarmase (kiri) dan Marthen Lolangluan (Kanan)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Laporan: Agus Masela
SAUMLAKI

Akibat ketidakpuasan masyarakat terhadap proses Pemilihan Kepala Desa (Pilkades Adaut, Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, penolakan terhadap pelantikan kepala pemerintahan desa itu terus bergulir.

Para tokoh tokoh adat desa tersebut bahkan ikut memprotes penyelenggaraan Pilkades yang dinilai tidak adil bahkan terkesan sarat dengan kepentingan pejabat tertentu. Hal tersebut dikatakan Ketua Adat Desa Adaut, Kecamatan Selaru, Agustinus, Luarmase, kepada koran ini di Saumlaki, Minggu, 4 April 2021.

Dikatakan, sebagai ketua adat desa Adaut dirinya sangat kecewa bahkan prihatin terhadap persatuan hukum adat yang mana telah dicederai oleh oknum-oknum tertentu yang ingin memecah belah persatuan masyarakat adat. Padahal adat adalah warisan nenek moyang dan leluhur Desa Adaut yang terkenal dengan persatuan adat yang telah terpatri menjadi salah satu bentuk budaya yang tidak bisa dilepas pisahkan dari pemerintahan saat ini.

Luarmase menambahkan, pelaksanaan Pilkades serentak di Kabupaten Kepulauan Tanimbar khususnya di Desa Adaut, Kecamatan Selaru sangat nyata sebagai bagian dari kecurangan yang dilakukan panitia karena jelas berpihak pada calon tertentu.

”Karena itu, kami sebagai ketua adat minta kepada Bupati Kepulauan Tanimbar, Petrus Fatlolon SH. MH, agar segera meninjau kembali masalah yang terjadi di Desa Adaut yang merupakan desa di ibukota Kecamatan Selaru sehingga harus menjadi teladan bagi desa-desa lain di kecamatan Selaru,” pinta Ketua Adart Desa Adaut ini.

Ia menilai, jika persoalan yang terjadi di desa terbesar di Selaru ityu dibiarkan maka otomatis akan terjadi kehancuran pemerintahan desa yang akan berdampak pada pemerintahan kades terpilih nanti.

”Untuk itu , sekali lagi sebagai Ketua Adat, saya minta agar proses pelantikan kepala Desa di Adaut segera ditinjau kembali dan harus dilakukan pemilihan ulang sehingga kebenaran terkait dengan Pilkades tersebut bisa terlihat dan memberi unsur kepuasan bagi masyarakat Adaut,” harap Agustinus Luarmase.

Dikatakan pula, pihaknya berani angkat suara karena bukti kecurangan panitia pilkades sangat nyata yaitu dengan sengaja menghilangkan 179 suara dari Marthen Lolangluan dan dinyatakan tidak sah. ”Kalau dihitung secara jujur makan pilkades Adaut di menangkan secara mutlak oleh Marthen Lolangluan bukan Titirloloby,” tandas dia kesal.

Sementara itu Marthen Lolangluan yang dikonfirmasi lewat telepon seluler mengatakan saat ini sebagian besar masyarakat desa Adaut menuntut pemilihan ulang bahkan siap untuk memboikot pelantikan kades terpilih.

”Saya sebagai calon yang dirugikan hanya menuntut keadilan dari Bupati Kepulauan Tanimbar untuk melihat masalah yang terjadi di Desa Adaut ini. Ini agar pemerintahan desa di Adaut dapat berjalan dengan baik dan akan menjadi contoh bagi desa desa lain khususnya desa-desa di Kecamatan Selaru,” pinta Lolangluan. (**)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top