AMBONESIA

ML, Guru SDN Tuhaha Terancam Dipolisikan

RakyatMaluku.com – OKNUM guru SD Negeri Tuhaha, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah berinisial ML terancam dilaporkan kepada pihak kepolisian. Pasalnya, ML diduga mengeluarkan kata-kata yang tidak sewajarnya bagi seorang tenaga honorer, yang merupakan rekan kerja ML di SD tersebut. Ancaman melaporkan ML kepada pihak kepolisian ini disampaikan oleh LSM Paparisa Perjuangan Maluku_95Jakarta, dalam bentuk release kepada Rakyat Maluku, Jumat, 27 Juli 2018.

Koordiantor PPM_95 Jakarta, Adly Fadly, dalam releasenya mengungkapkan, perbuatan ML sangat tidak terpuji, yang perlu dievaluasi langsung baik oleh Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Maluku Tengah, maupun Bupati Maluku Tengah. Sebab, perbuatan ML dapat dikategorikan sebagai tindakan asusila yang dapat memberikan pengaruh negatif terhadap perkembangan dan pembangunan kependidikan di sekolah tersebut. “Berdasarkan informasi yang didapat bahwa, telah terjadi kasus dugaan asusila yang dilakukan ML pada Sekolah Dasar Negeri Tuhaha Kecamatan Saparua Timur. Laporan ini, sedang kami advokasi untuk diteruskan kepada pihak berwajib,” tegas Adly.

Adly menuturkan, tindakan tidak terpuji dan dugaan asusila tersebut dilakukan ML kepada salah satu tenaga honorer dengan inisial SL. “Berdasarkan informasi yang didapat bahwa, perbuatan asusila dan tindakan tidak menyenangkan yang dilakukakan oleh bersangkutan (ML) kepada SL, salah satu tenaga honorer di SDN Tuhaha tersebut.”

Adhy mengaku, tindakan dugaan asusila tersebut sangat mencoreng dunia pendidikan di Maluku. Alasan dia, apa yang dilakukan jauh dari nilai-nilai adab, etika dan moral sebagai seorang pendidik. Untuk itu, langkah penting yang harus dilakukan adalah dengan mempresure semua pihak atau stakeholder di Maluku, baik eksekutif, legislatif dan pihak penegak hukum untuk sama-sama menungkap kasus ini secara terang benderang terkait dengan dugaan tindak asusila tersebut.

“Ini merupakan kasus yang patut ditelusuri dan ditindaklanjuti baik dari aspek hukum maupun aspek birokrasi pemerintah sebab yang bersangkutan merupakan ASN yang berstatus sebagai seorang pendidik. Sangat tidak etis jika melakukan hal-hal seperti yang dimaksud, baik secara verba, maupun yang menjurus pada kontak fisik.”

Adly mengaku, dugaan perbuatan yang tidak menyenangkan dan dugaan asusila tersebut melalui komunikasi verbal. Di mana, korban SL merasa tidak nyaman dengan perkatan ML yang bermuatan sexualitas.

“Jadi saya ingin tegaskan bahwa, tindak asusila bukan hanya soal kontak fisik semata, tetapi juga berkaitan dengan komunikasi verbal. Di mana, kejadian ini telah menimpa korban SL. Korban merasa tidak nyaman ketika berkomunikasi dengan ML. Untuk itu, persoalan ini harus mendapat perhatian serius para pemangku kebijakan di Maluku,” tegas dia, sembari menambahkan.

“Kami akan mendampingi untuk tingkat pelaporan ke pihak kepolisian. Untuk itu PPM_95Jakarta akan melakukan koordinasi dengan Komnas Perempuan, Kaukus Perempuan Maluku,juga pemerintah terkait, untuk bisa menelusuri kasus tersebut,” tutup dia. (WHL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top