NEWS UPDATE

MUI Ambon Minta Vaksin Rubella Ditangguhkan Sementara

RakyatMaluku.com – MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) Kota Ambon meminta agar pelaksanaan program imunisasi Measles Rubella (MR) atau vaksin rubella di Kota Ambon ditangguhkan sampai dengan rekomendasi menyangkut kehalalan di keluarkan oleh MUI Pusat. Sekretaris MUI Ambon, Abdul Manan Latuconsina, menegaskan, pasca dilakukan pertemuan oleh MUI dengan kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, hinga kini MUI belum mengeluarkan sertifikasi kehalalan dari faksin rubella itu.

Rapat dengan Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Walikota Ambon untuk menyikapi masalah vaksin rubella itu. Dan sudah ada kesepakatan dengan Walikota, Richard Louhenapessy. “Walikota sudah sampaikan secara langsung kepada kepala sekolah baik dari sekolah Muslim maupun Sekolah umum, bahwa pelaksanaan imunisasi campak rubella itu akan ditangguhkan khusus untuk siswa dan siswi muslim sampai ada sertifikasi halal dari MUI Pusat,” ujar Manan, kepada wartawan di Ambon, Selasa 14 Agustus 2018.

Menurut dia, sesuai kesepakatan antara MUI dengan Kemenkes, maka pada tanggal 8 Agustus lalu MUI kemudian melakukan proses sertifikasi kehalalan. Sertifikat itu mengalami keterlambatan lantaran pihak Kemenkes sendiri belum mengajukan surat permohonan sertifikasi Halal ke MUI. Pertemuan untuk membahas masalah pelaksanaan vaksin rubella itu melibatkan Dinas Kesehatan Kota Ambon, kepala-kepala sekolah serta pihak terkait lainnya. Dalam pertemuan itu telah disepakati bahwa, khusus di Kota Ambon itu semuanya telah bersepakat untuk ditangguhkan.

Kata dia, dari Dinkes kota Ambon juga telah menyampaikan bahwa kurang lebih 36 ribu di kota Ambon yang telah menggunakan vaksin tersebut, termasuk didalamnya ada beberapa siswa muslim yang juga telah mendapatkan program tersebut. tapi setelah mendengar laporan itu, kemudian disepakati untuk semenatara vaksin itu dihentikan. “Soal telah dilakukan pencanangan oleh Gubernur Maluku beberapa waktu lalu, yah itu urusan Gubernur. Yang pasti telah kita sepakati penundaan vaksin rubella itu bagi siswa dan siswi muslim.” Yang menjadi alasan kenapa MUI harus menunda itu, karena pihak mengantisipasi jangan sampai vaksin itu mengandung unsur Babi. Sebab, sudah banyak vaksin itu mengandung unsur babi. Negara juga telah memberikan kewenangan untuk MUI untuk mengesahkan halal dan tidaknya suatu produk yang disertai dengan sertifikasi halal.

“Kita patus menghawatirkan keharaman vaksin itu, karena ba­nyak vaksin sebelumnya mengandung unsur babi, dan itu bisa dibuktikan. Sehingga itu menjadi alasan kehati-hatian kita. Sebab jangan sampai itu juga me­ngandung unsur yang sama,” kata dia.

Pihaknya berharap, sertifikasi halal itu bisa secepatnya dikeluarkan oleh MUI agar tidak berlarut-larut, dan masyarakat juga tidak bertanya-tanya lagi soal itu. “Terhadap sejumlah siswa dan siswi mus­lim yang sudah menggunakan vaksin rubela itu,kita harap vaksin itu halal. karena kalau tidak, ki­ta sangat menyayangkan itu. Karena harusnya kehalalan vaksin itu dipertimbangkan dulu sebelum dilaksanakan,” simpul dia. (R1)

--------------------

Berita Populer

To Top