NEWS UPDATE

Nelson Mandela Terinspirasi Dari Sultan Tidore

Pemimpin Redaksi/Direktur Harian Rakyat Maluku Ahmad Ibrahim berpose bersama Sultan Tidore Husen Sjah usai Sa­ra­sehan Nasional tentang Maluku dan Maluku Utara yang berlangsung di Hotel Luwansa, Jakarta, 9-13 Juli 2018.

 – Catatan Dari Sarasehan Nasional Maluku dan Maluku Utara

RakyatMaluku.com – NELSON Mandela, mantan presiden Afrika Selatan patut berbangga setelah dirinya lepas dari penjara karena menentang sistem apartheid oleh rezim Afrika Selatan. Tapi, di balik kebanggaannya itu Nelson Mandela tak lupa sosok penting dari Tidore, Maluku, yakni Sultan Mansyur.

“Saya bisa begini menjadi presiden karena sahabat saya yang datang dari jauh. Dari beliau saya terinspirasi membebaskan Afrika Selatan. Ya, dia adalah Sultan Mansyur dari Tidore,” ujar Sultan Tidore Sultan Husain Sjah, mengutip ucapan Nelson Mandela.

Perjuangan Nelson Mandela sebagaimana diketahui adalah penentang politik apharteid sebuah sistem yang memisahkan ras oleh pemerintah kulit putih di Afrika Selatan yang berlangsung sejak 1948 s/d 1994. Perjuangannya yang tidak mengenal lelah itulah Nelson Mandela sempat dipenjara oleh rezim setempat.

Karena terinspirasi oleh perjuangan Sultan Mansyur maka oleh pemerintahan Afrika Selatan yang kini dipimpin oleh Presiden Chryl Ramaphosa memberikan penghargaan kepada Sultan Mansyur sebagai pahlawan nasional Afrika Selatan.

“Saya barusan pulang dari Afrika Selatan menerima penghargaan tersebut,” ujar Sultan Tidore Husain Sjah dalam Sarasehan Nasional bertema: Merawat Perdamaian Belajar dari Resolusi Konflik dan Damai di Maluku dan Maluku Utara untuk Indonesia yang Bersatu, Berdaulat, Adil dan Makmur, yang diselenggarakan oleh Sekretariat Jenderal Dewan Ketahanan Nasional yang dipimpin Letjen TNI Doni Monardo, di Jakarta, 9 s/d 13 Juli 2018.

Dari cerita itu terungkap, sejak kedatangan Spanyol hingga Belanda melalui politik dagang VOC yang mengincar Maluku tak lepas karena kekayaan alam yang melimpah.

Sosok Sultan Mansyur secara tegas menolak penguasaan asing atas daerahnya itu. “Mereka boleh berdagang, tapi tak boleh berkuasa. Sebab, beliau tahu ada agenda terselubung di balik itu,” ujarnya.

Perlawanannya yang begitu tegas tak membuat semangat Sultan Mansyur redup. Dan, oleh Belanda kemudian diasingkan ke Ambon. Dari Ambon dia pimpin perlawanan kemudian oleh Belanda dibuang lagi ke Jakarta.

Di Jakarta masih tetap sama Sultan Mansyur mengo­­barkan perlawanan dan oleh Belanda ia diasingkan ke Cape Town Afrika Selatan. Tak cukup Belanda kemudian mengasingkannya lagi ke penjara Robin Island selama tujuh tahun. Di Robind Island ini Nelson Mandela juga dipenjara.

“Di penjara Robin Island inilah Nelson Mandela terinspirasi dari perjuangan tuan guru Sultan Mansyur hingga kemudian oleh pemerintah Afrika Selatan memberikan gelar sebagai pahlawan nasional,” ujar Sultan Husein Sjah, kesultanan yang pernah menguasai 72 pulau di nusantara atau 1/3 wilayah Indonesia itu. (DIB)

 

======================
--------------------

Berita Populer

To Top