NEWS UPDATE

Ngaku Anggota BIN, Terdakwa Raup Uang Korban Hampir Rp 600 Juta

– Penipuan Casis Di Polda Maluku

RakyatMaluku.com – PENGADILAN Negeri (PN) Ambon kembali menggelar sidang perkara penipuan calon siswa (Casis) Bintara Polri di Kantor Polda Maluku atas ter­dak­wa Fargie Mandagi, Senin, 30 Juli 2018.

Dalam persidangan, Jaksa Penun­tut Umum (JPU) Lili Patipelohi, meng­­hadir­kan tiga saksi korban. Dian­taranya, Nugraheni Maulidina alias Dina (19) ber­sama ayah kandungnya, Nursamin (57).

Kepada majelis hakim yang diketuai R.A. Didi Ismiatun, saksi korban Dina menceritakan, awalnya dirinya dibawa saudaranya dari Jakarta ke Kota Ambon pada tahun 2016 untuk mengikuti seleksi penerimaan Casis Bintara Polri di Kantor Polda Maluku, namun tidak lolos.

Kemudian di tahun 2017, dirinya diajak saksi Bahtiar Atmajaya yang adalah anggota TNI di Ambon berpangkat Prajurit Satu (Pratu) dari Jakarta ke Ambon untuk kembali mengikuti seleksi penerimaan Casis Bintara Polri di Kantor Polda Maluku.

Sesampainya di Kota Ambon, lanjut Dina, dirinya diperkenalkan oleh saksi Bahtiar Atmajaya kepada seniornya, saksi Jaliman Sangadji berpangkat Prajurit Kepala (Praka). Kemudian saksi Jaliman Sangadji memperkenalkan Dina kepada terdakwa Fargie Mandagi di Hotel Amboina pada Februari 2017.

Kepada Dina, saksi Jaliman Sangadji mengaku bahwa terdakwa Fargie Mandagi merupakan anggota Badan Intelijen Negera (BIN) yang sering kali meloloskan seseorang dalam seleksi penerimaan anggota Polri.

“Praka Sangadji bilang ke saya kalau terdakwa ini orang BIN, dan sering loloskan orang tes kepolisian di Ambon. Terdakwa juga mengaku demikian, makanya saya percaya,” ungkap Dina dengan nada polosnya.

Selanjutnya terdakwa meminta Dina agar menyiapkan uang pelicin untuk bisa lolos dalam tahapan seleksi tersebut. Saat itu juga, kata Dina, terdakwa menghubungi bapak Dina di Jakarta, dan mengatakan agar menyiapkan uang Rp 135 juta bisa langsung pakai seragam kepolisian.

Faktanya, kata Dina, ayahnya telah mentransfer hampir Rp 600 juta ke rekening pribadi terdakwa, dengan lebih dari 30 kali transaksi di Bank BRI. Alhasil, Dina bersama kawannya, Fitria Handayani (20) warga Kota Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, yang juga korban penipuan, dinyatakan tidak lolos ditahap administrasi karena faktor domisili.

“Jangankan diterima, berangkat tes saja tidak. Dan terakhir saya disuruh terdakwa berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan, ternyata saya ditaruh di rumah saya sendiri sampai proses pendidikan selesai,” beber Dina.

Terhadap seluruh keterangan saksi Dina dalam persidangan, ayah Dina, Nursamin, dan terdakwa Fargie Mandagi, membenarkannya. Ketua Majelis Hakim R.A. Didi Ismiatun, kemudian menunda persidangan hingga Senin pekan depan, dengan agenda sidang mendengar keterangan terdakwa.

Perbuatan terdakwa Fargie Mandagi sebagaimana diancam dan diatur dalam Pasal 378 KUHPidana Jo Pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 5 Jo Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 Tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top