NEWS UPDATE

Ngaku Anggota Polda Maluku, Raup Ratusan Juta

RakyatMaluku.com – DIREKTORAT Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku, kembali membekuk, pelaku penipuan calon anggotan Polri.

Keberhasilan ini merupakan kedua kalinya di tahun 2018. Sebelumnya Ditreskrimum menangkap seorang wanita dalam kasus yang sama.

Pelaku berinisial LVB, diringkus di tempat tinggalnya di Mangga Dua, Rabu, 23 Mei 2018 sekitar pukul 00.30 WIT. Pria 46 tahun tersebut diamankan berdasarkan laporan polisi Nomor: B/223/Vi/2018 tanggal 30 April 2018.
Direktur Reserse Kriminal Umum Komisaris Besar (Kombes) Pol Gupuh Setiyono mengatakan, korban yang berhasil diperdaya yaitu, Jalaludin asal Maluku Tengah dan Rafli Besan, dari Kabupaten Buru.

“Uang yang berhasil diraup oleh pelaku dari kedua korban senilai Rp 250 juta, di mana orang tua Jalaludin memberikan Rp140 juta, sementara dari Rafli Besan Rp110 juta,” kata Gupuh kepada wartawan saat jumpa pers, Kamis, 24 Mei 2018.

Modus digunakan LVB, berawal ketika yang bersangkutan mendatangi rumah La Idris, dengan maksud untuk memintanya melihat keberadaan istrinya. La Idris, dinilai memiliki ilmu yang bisa melihat keberadaan istri pelaku.

Setelah mendatangi dukun itu, komunikasi keduanya, sambung Dirreskrimum, semakin intens. Pelaku, lanjut Gupuh Setiyono, mengatakan kepada La Idris kalau dirinya seorang anggota Polri berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Ia pun menjelaskan bahwa dia sedang mencari anak muda yang ingin tes menjadi anggota Polri. Bila dapat dia akan melulus menjadi Bintara Polri.

“La Idris ini percaya dengan omongan pelaku, sehingga La Idris mencari orang tua yang anaknya ingin tes polisi. Dan sekitar Bulan April, sekitar pukul 23.00 WIT, kedua orang tua korban menyerahkan uang senilai Rp110 dan Rp140 juta kepada pelaku, sehingga totally Rp 250 juta, ” jelasnya.

Kasus ini terungkap ketika proses tahap seleksi berjalan, yaitu Physiko tes, kedua orang itu tidak lulus. Tak lulusnya para korban membuat orang tua mereka curiga. Kecurigaan bertambah pada saat Handphone pelaku tak aktif waktu dihubungi. Karena itu keluarga mengecek keberadaan pelaku di Polda Maluku. Di Polda, ternyata tidak ada nama LVB. Kasus inipun akhirnya dilaporkan.

“Sekarang kasusnya dalam proses penyelidikan yang mana tersangka sendiri mengakui tidak pernah menjadi anggota Polri di Polda Maluku. Barang bukti yang berhasil disita berupa 4 buah,5 buah HP, Sim Card,2 buah kartu memori,satu charger,satu kabel USB, 2 buah dompet dan satu buku tabungan Bank BRI beserta ATM BRI.

Tersangka disangkakan dengan pasal 378 KUH Pidana dengan ancaman hukuman 4 tahun dan pasal 5 Jo pasal 2 UU nomor 8 tahun 2010 tentang TPPU dengan ancaman hukuman paling lama 5 tahun penjara dan denda Rp1 miliar,” tandasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top