NEWS UPDATE

Oknum Anggota Brimob Ancam Hakim Di Ruang Sidang PN Ambon

RakyatMaluku.com – ANGGOTA Brimob Polda Maluku inisial ML mengamuk dan mengancam keselamatan majelis hakim serta pe­ngacara didalam ruang sidang Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Kamis, 5 Juli 2018, sekira pukul 13.00 WIT, kemarin.

Aksi brutal ML ini lantaran ia me­nolak digugat cerai sang is­tri inisial KP. Padahal agenda si­dang cerai pasangan suami istri (pasutri) yang dikarunia seorang anak itu sudah memasuki agenda pembacaan gugatan.

Awalnya ML selaku tergugat diminta hadir oleh majelis hakim untuk menghadiri sidang gugatan cerai. Setiba di kantor Pengadilan Negeri Ambon, ML yang berse­ra­gam lengkap langsung menuju sa­lah satu ruang sidang yang akan digelar sidang tersebut.

Karena majelis hakim belum ha­dir, tergugat ML kemudian me­ng­­hampiri pe­na­­sehat hukum penggugat KP, Ahmad Soulisa dan Misna S. Weularyafella, kemudian mengancam dan merampas serta merobek berkas gugatan yang sementara berada diatas meja kuasa penggugat.

Takut dengan ancaman tersebut, kuasa penggugat kabur meninggalkan ruang sidang. Selang beberapa menit kemudian, majelis hakim yang mengadili perkara itu, Lucky Rombot Kalolo (ketua), Herry Setyobudi dan Esau Yerisitouw selaku hakim anggota tiba dengan maksud membuka sidang gugatan perceraian antara penggungat dan tergugat.

Namun bukannya bersikap sopan dalam ruang sidang, tergugat ML malah mengamuk dan mengancam a majelis hakim, apabilah sidang gugatan perceraian antara dirinya dan istrinya tetap dilanjutkan.

“Kalau saya diceraikan, bapak mati, saya juga mati,” ucap tergugat ML dengan nada ancam sambil menunjuk ke arah majelis hakim.

Menyikapi hal itu Humas Pengadilan Negeri Ambon Herry Setyobudi, mengaku, sangat menya­yangkan sikap arogansi yang ditunjukan ML anggota Brimob itu, apalagi tindakan yang dilakukan ML itu didalam ruang sidang.

“Mestinya ML selaku tergugat bisa bicarakan masalah ini baik-baik, bukan malah bersikap tidak sopan dan mengancam kami. Dari sikap tergugat itu, maka tanpa disadari ia telah menguatkan gugatan cerai penggugat,” kata Humas Herry Setyobudi, kepada wartawan, di ruang kerjanya.

Dikatakan Setyobudi, ancaman yang dilakukan oleh tergugat ML terhadap majelis hakim tidak diang­gap hal sepele. Sehingga majelis hakim telah berkoordinasi dengan ketua pengadilan untuk nan­tinya berkoordinasi dengan institusi Polda Ma­luku.

“Tindak anggota brimob tidak hanya mengandung konten, tetapi juga sudah merupakan pidana. Hal ini sudah disampikan kepada pimpinan agar dilakukan koordinasi dengan institusi kepolisian,” terangnya.
Setyobudi memastikan, apapun yang coba dilakukan tergugat, kasus perceraian ini akan tetap dilaksanakan. Sebab perkaranya sudah terdaftar dan terigistrasi di Pengadilan Negeri Ambon.

“Sidang tetap berjalan, soal nanti gugatanya dika­bulkan itu urusan nanti,” jelasnya. (RIO)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top