---------
NEWS UPDATE

Pattiasina: GPK ke Maluku, Kita akan Usir

Elwen Roy Pattiasina

SBY Keluarkan Imbauan

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Maluku, Elwen Roy Pattiasina menginstruksikan kepada segenap jajaran pengurus DPD dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di sebelas kabupaten/kota di Maluku termasuk Pimpinan.


Ranting dan Anak Ranting untuk bersikap tegas terhadap upaya Gerakan Pengambilalihan Kekuasan Partai Demokrat (GPK PD) yang hingga saat ini terindikasi masih dilakukan secara masif.

Penegasan itu disampaikan Pattiasina setelah mendapat arahan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang disampaikan melalui video imbauan kepada segenap pengurus dan kader Partai Demokrat, mulai dari tingkat pusat sampai ranting dan anak ranting, Rabu, 24 Februari 2021.

”Dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) yang dihelat secara virtual, akhir pekan kemarin di Ambon yang dihadiri langsung oleh Sekjen DPP Partai Demokrat Teuku Riefky Harsya, penegasan ini sudah saya sampaikan. Semua kita sudah sepakat bahwa jika ada GPK PD yang masuk Maluku maka kita akan usir,” tegas Pattiasina kepada Rakyat Maluku via telepon selulernya, kemarin.

Patiasina menambahkan, gerakan mnghancurkan Partai Demokrat dengan melibatkan orang luar tidak ditolelir sama sekali di Maluku, dan itu telah dibuktikan dengan kesetiaaan pengurus dan kader di provinsi seribu pulau ini dengan pernyataan kesetiaan yang telah disampaikan kepengurusan berbagai tingkatan di Maluku.

Lebih jauh Pattiasina mengatakan, sebagaimana arahan dan imbauan dari SBY, ditegaskan bahwa di usia 20 tahun, Partai Demokrat saat ini sedang menghadapi ujian dan cobaan, dimana ketika segenap pengurus dan kader partai dari tingkat pusat sampai daerah sedang berjuang bersama rakyat berkontribusi bagi negara, ada permufakatan jahat yang melibatkan orang luar yang ingin ingin merusak partai berlambang mercy ini.

”Benar yang dikatakan pak SBY, bahwa saat di bawah kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Partai Demokrat makin tegar dan makin tegas tampil dalam memperjuangkan aspirasi rakyat, kendati tidak selalu sama dengan sikap pemerintah dan koalisinya. Karena itu, Partai Demokrat kini mendapat serangan yang keras dan masif,” kata Pattiasina meniru imbauan SBY.

Namun, lanjut dia, SBY meyakini bahwa sepanjang yang diperjuangkan Partai Demokrat adalah aspirasi rakyat dan dilakukan secara damai dan konstitusional serta tidak punya niat untuk menjatuhkan penguasa, maka Tuhan akan menolong Partai Demokrat.

”Pak SBY juga menyampaikan kebanggaannya serta rasa hormatnya kepada para kader yang tetap setia bagi partai ini. Beliau juga bahkan menyatakan janji dan sumpahnya untuk tetap menjadi benteng dan bhayangkara bagi Partai Demokrat,” tandasnya.

Untuk diketahui, dalam arahan dan imbauannya lewat video, SBY menegaskan, bagi orang luar yang punya ambisi untuk membeli dan merebut kepemimpinan Partai Demokrat, bahwa Partai Demokrat bukan partai yang bisa diperjualbelikan.

SBY juga mengingatkan segenap pengurus dan kader partai demokrat di semua tingkatan, termasuk ranting dan anak ranting yang merupakan ujung tombak perjuangan, bahwa jika gerakan jahat itu berhasil maka bukan hanya terjadi pergantian di tingkat DPP, tetapi pergantian akan terjadi sampai di tingkat DPD, DPC dan ranting serta anak ranting.

Bukan cuma itu, mereka yang haus kekuasaan itu akan dengan mudah melakukan pergantian antar waktu terhadap anggota legislatif baik pusat maupun daerah sesuai selera mereka.

Ia menyubutkan, jika gerakan jahat ini dibiarkan dan terjadi oleh orang yang hanya ingin merebut kekuasaan untuk maju sebagai calon presiden, maka keadilan dalam demokrasi Negara Indonesia akan berada dalam sebuah krisis besar.

”Krisis besar karena sebuah partai politik yang dibangun puluhan tahun dengan dinamika pasang surutnya tiba-tiba dengan kekuatan uang dan kekuasaan bisa diambil alih. Ini sama saja negara kita sedang hidup di hutan rimba,” pungkas SBY.(*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top