--------
NEWS UPDATE

Pekan Depan Berkas Andreas Diserahkan Ke JPU

RakyatMaluku.com – KASUS penikaman Anak Buah Kapal (ABK) disertai pembakaran KM Sari Segara 29, yang kini masih ditangani Polres Pulau Ambon dan Pp Lease, berkasnya sudah dalam perampungan. Sehingga pekan depan, bisa diserahkan ke Jaksa Penutut Umum (JPU) di Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon.

“Tersangka (Andreas) sudah kita periksa, dan berkas telah rempung, kemungkinan pekan depan Tahap I. Saat pemeriksaan tersangka, ia mengatakan bahwa tidak ada unsur sakit hati. Dia hanya lakukan saja,” kata Kasat Reskrim Polres Pulau Ambon dan Pp Lease AKP R.E Adikusuma kepada Rakyat Maluku, Selasa, 26 Juni 2018.
Khusus buat tersangka, lanjut dia, awalnya mencoba mengelabui penyidik dengan memekikan suara keras, seakan-akan dia hilang ingatan.

Namun, hasil pemeriksaan dokter di Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Nania, Andreas, betul-betul waras. Kasus ini, sambung Kasat Reskrim, sepuluh saksi lebih sudah diperiksa.

“Hasil pemeriksaan dokter RSKD, tersangka tidak gila. Awal kita periksa, tersangka meraung-raung. Yang dibuat tersangka untuk mengelabui penyidik. Kami periksa 16 saksi buat kasus pembakaran KM Sari Segara dan penikaman terhadap ABK Sari Segara Ellan Harin,” tandasnya.

Untuk diketahui, Andreas (32), menikam Anak Buah Kapal (ABK) Sari Segara Ellen Harin (32). Tidak saja menusuk warga Kediri, Jawa Timur itu, tapi nelayan asal Nusa Tenggara Timur (NTT), juga diduga membakar KM Sari Segara 29, yang saat itu ditambatkan di Pelabuhan Amareka, Laha, Kecamatan teluk Ambon, Senin, 4 Juni sekitar pukul 05.30 WIT.

Penganiayan memakai alat tajam bermula ketika pelaku dalam kondisi mabuk, naik ke KM Sari Segara, Andreas pun masuk ke kamar dan menikam Ellen Haris, yang saat itu sedang tidur. Korban dalam posisi terlatang ketika itu.
Merasakan pedih pada bagian leher, korban langsung terbangun, dan melihat Andreas sedang memegang sebilah pisau. Andreas mencoba menusuk Ellen kedua kali, tetapi gagal karena korban dengan sigap menahan tangan pelaku memegang pisau.

Tak lama korban kabur, keluar kamar karena dia berhasil menjatuhkan pelaku. Saat korban turun dari kapal, slah satu kawannya membantu, dan membawa Ellen ke Rumah
Sakit AURI untuk mendapat perawatan medis.

Sementara pelaku sendiri, berada di atas kapal, dia pun masuk ke kamar mesin dan tak lama kemudian terlihat asap keluar dari kamar mesin.

Salah seorang ABK Sari Segara, yang ketika itu masih berada di kapal, terbangun karena merasakan panas. Melihat api, ABK tersebut memotong tali dan mendorong kapal ke tengah laut. Kemudian pelaku keluar lompat dari kapal untuk menyelamatkan diri dan berenang tepian pantai. Di darat, massa mengeroyok Andreas. Sehingga dia mendapat delapan luka robek di kepala. Andreas sampai saat ini masih lemas. (AAN)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top