AMBONESIA

Polisi Minta Riduan Hasan Dan Max Pattiapon Kooperatif

RakyatMaluku.com – SURAT Perintah Perjalanan Dinas (SPPD) fiktif tahun 2011 senilai Rp 6 miliar di Sekretariat Kota dan Sekretariat Dewan Ambon, terus ditelusuri Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pp Lease. Dua dari kasus ini, SPPD fiktif di Pemerintahan Kota Ambon sudah dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke tahap penyidikan. Sementara SPPD fiktif dewan belum, masih dikembangkan.

Agar kasus SPPD fiktif dewan kota senilai Rp4 miliar, bisa mendapatkan titik terang sebelum ditingkatkan ke penyidikan, maka dua anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon, Riduan Hasan dan Markus Pattiapon alias Max akan diperiksa penyidik Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Pulau Ambon dan Pp Lease.

Kehadiran politisi Partai Bulan Bintang dan Golkar, ini diharapkan bisa menghadiri undangan penyidik. Tidak seperti undangan sebelumnya, di mana keduanya tidak memenuhi undangan pertama penyidik. Padahal, keterangan mereka sangat diperlukan. Sehingga dari keterangan meraka, kasus ini bisa segera digelar.

Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma mengatakan, pihaknya berharap kehadiran kedua anggota DPRD Kota Ambon itu, agar persoalan ini bisa diselesaikan.

“Rencananya Senin (hari ini) mereka kita periksa, kalau tidak Senin, Selasa. Surat sudah kita kirim tadi (Sabtu). Saya berharap anggota DPRD ini kooperatif. Saya juga mau mereka menunjukan ke masyarakat bahwa mereka junjung hukum. Ini sudah dua kali kita undang, pertama mereka tidak hadir, tidak tahu kenapa,” kata Adikusuma kepada Rakyat Maluku di Ruang kerjanya, Sabtu, 9 Juni.

Sementara SPPD fiktif, penyidik akan mengambil keterangan tambahan dari sejumlah saksi yang telah diperiksa sebelum kasus ini ditingkatkan ke penyidikan.

“Sekretaris Kota Ambon, Bendahara Walikota, dan saksi-saksi lain yang pernah diperiksa, akan dipanggil ulang untuk diperiksa. Kita panggil pertama tidak datang kita layangkan surat panggilan kedua, tidak hadir kita jemput paksa,” kata dia.

Untuk diketahui, Polres Pulau Ambon dan Pp Lease sementara mendalami dugaan korupsi pada SPPD fiktif tahun 2011 di sekretariat dewan dan sekretariat kota Ambon.

Di sekretariat dewan dana yang dikucurkan senilai Rp 4 miliar, dengan dugaan tiket bodong berjumlah 114 buah, sementara sekretariat kota Rp 2 miliar, dengan jumlah tiket diduga palsu 10 buah. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top