Uncategorized

Polisi Tidak Intervensi Penanganan Kasus Pemukulan Bidan Di MBD

RakyatMaluku.com – POLDA Maluku melalui Bidang Humas, akhirnya meluruskan informasi yang telah tersebar melalui media sosial facebook oleh akun Rudi Rofid tentang kasus penganiayaan yang menimpa Nike Unawekly di Tiakur, Maluku Barat Daya (MBD.

Dalam Informasi tersebut disebutkan bahwa ada oknum anggota Polres MBD yang mencoba mengintervensi kasus tersebut agar segera dihentikan dengan berbagai tekanan dan ancaman.

Dikatakan, Polda Maluku melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum segera menindak lanjuti informasi tersebut dengan melakukan konfirmasi secara langsung kepada Kapolres MBD agar dapat secara langsung bertemu dengan pihak korban dan pengacara untuk menanyakan secara langsung kepada yang bersangkutan tentang kebenaran berita/infomasi yang telah tersebar melalui media sosial.

Dikisahkan, hasil Kalirifikasi yang dilakukan KAPOLRES MBD terhadap Pihak Korban, Nike Unawekly yang didampingi pengacaranya didapatkan bahwa ternyata tidak benar ada intervensi dari oknum anggota Polri dari Polres MBD atas kasus yang menimpa korban, namun intervensi tersebut datangnya dari seorang oknum pegawai negeri dengan inisial YL yang mengatakan bahwa masalah itu agar dicabut dan nanti diselesaikan oleh Kadis Kesehatan MBD yang adalah atasan korban.

‘’Jadi sekali lagi hasil klarifikasi dari informasi yang telah beredar di media sosial facebook tentang adanya intervensi oleh anggota Polri kepada korban Nike Unawekly untuk mencabut laporanya adalah tidak benar,’’ demikian keterangan dari Humas Polda Maluku.

Dikatakan, Kapolda Maluku telah memerintahkan Kapolres MBD agar kasus ini diproses secara hukum dan sesuai aturan yang berlaku serta menuntaskan kasusnya agar dapat segera disidangkan oleh Jaksa Penuntut Umum di PN.
Karena itu Humas Polda Maluku juga beraharap kepada seluruh netizen dan penggiat media sosial kususnya masyarakat Maluku agar lebih teleti dan selektif dalam menyebarkan berita yang bersifat informatif.

Ditambahkan pula, Melalui Bidang Humas, Polda selalu terbuka bagi seluruh masyarakat yang ingin menanyakan atau memberikan informasi tentang situasi Kamtibmas di wilayah Provinsi Maluku.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, salah satu Bidan Pegawai Tidak Tetap (PTT) berinisial MD di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) bertindak arogan dan main hakim sendiri, memukul Nike Unawekly yang juga perawat berstatus PNS di instansi itu pada Rabu 25 Juli 2018 sekitar pukul 18.30 WIT.
Akibat pukulan bertubi-tubi di bagian pelipis, mata dan belakang kepala, Nike mengalami pusing dan muntah-muntah dan hingga kini masih dirawat di rumah sakit.

Kebetulan saat itu ada kunjungan dokter dari Ambon sehingga para pegawai bertahan di kantor sampai malam. Penyebabnya hanya sepele. Nike dituduh lancang karena melaporkan aksi para Bidan PTT kepada kepala seksi.
Para bidan itu melarang Nike untuk memakan kue sisa milik dokter dari Ambon. Saat itu memang Nike belum makan siang dan kue pun tinggal begitu saja di atas meja.

Selain persoalan itu, Nike juga mengeluh kepada kepala seksi bahwa ada uang Rp100 ribu yang diberikannya kepada para bidan itu untuk belanja tetapi para bidan itu menyangkalnya. Katanya uang itu sudah dikembalikan.

Saat Nike mengeluh, tak disadari ada salah satu bidan yang merekamnya dengan HP. Mereka lalu menggunakannya untuk terus menekan Nike dengan tuduhan bahwa Nike lancang.

MD, sang bidan PT itu pun bereaksi dan memukul Nike, padahal persoalan ini sudah diketahui oleh pimpinan dan akan diselesaikan secara baik-baik.

Pemukulan terhadap Nike ini sempat jadi heboh karena dipublish juga ke media sosial. Rudi Fofid, wartawan senior yang juga sastrawan Maluku mengharapkan agar ada tokoh-tokoh perempuan Maluku yang menyikapi persoalan ini untuk melaporkannya ke P2TPA untuk diproses hukum. Sayangnya diduga ada intervensi pihak lain untuk menekan Nike agar tidak memproses kasus ini sesuai hukum namun diselesaikan secara kekeluargaan. (NAM)

--------------------

Berita Populer

To Top