HUKRIM

Polres Ambon Musnahkan Ribuan Liter Sopi

Ilustrasi

RakyatMaluku.com – JELANG Bulan Suci Ramadan dan Hari Bhayangkara ke-72 yang jatuh pada bulan Juni mendatang, Kepolisian Resor (Polres) Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease memusnahkan 28.975 liter sopi. Sopi yang dimusnahkan nilainya sekitar Rp 870 juta. Miras tradisional itu dimusnahkan secara simbolik di depan Mapolres Ambon, Senin, 14 Mei.

Turut hadir Dandim 1504 Pulau Ambon Letkol Inf Fendri Navyanto Raminta, Kepala Kejaksaan Negeri Ambon, Kepala Pengadilan Negeri Ambon dan Asisten II Kota Ambon.

Miras yang dimusnahkan merupakan hasil razia dilakukan Polres Ambon dan Polsek jajaran dalam kurung waktu 5 bulan terakhir “Sopi ini ditemukan setelah kami Polres Ambon, Polsek melakukan swiping selama Bulan Januari-Mei 2018,” ungkap Kapolres Ambon AKBP Sutrisno Hady Santoso, saat memberi sambutan pada kegiatan pemusnahan miras kemarin.

Peredaran sopi di wilayah hukum Polres Ambon, sangat meresahkan masyarakat. Sopi, lanjut Kapolres merupakan atensi pihaknya juga pimpinan Polda Maluku. Pasalnya, miras menjadi penyebab utama bentrok antarwarga.
“Permasalahan yang sering terjadi di wilayah Ambon ini, semuanya berawal dari miras. Makanya kita berkomitmen untuk menghilangkan miras dari wilayah hukum Polres Ambon,” terangnya.

Dalam pemberantasan sopi, Polres Ambon kata dia, tidak berjalan sendiri, pihaknya melibatkan unsur TNI, yaitu Kodim 1504 Pulau Ambon.

“Kami berharap juga dari rekan rekan Kodim 1504 untuk terus berkomitmen memberantas miras, demikian juga dari jajaran pemerintahan,” harapnya.

Walikota Ambon Richard Louhenapessy melalui asisten II, menyampaikan terimakasih kepada Polres Ambon dan Kodim 1504 yang telah membantu tugas pemerintah, menyelesaikan berbagai masalah yang terkait keamanan.
Menurut Kapolres, miras tradisional ini berasal dari luar Pulau Ambon.

“Sopi ini berasal dari Tenggara, Barat Daya kemudian dari Seram,” tambah Sutrisno ketika dikonfirmasi wartawan, usai pemusnahan.

Tambah dia, pemberantasan sopi, tidak bisa dilakukan pihak kepolisian sendiri. Butuh kerjasama dari seluruh stakeholder termasuk masyarakat.

“Bayangkan saja 28 ribu sekian. Jika satu orang minum 1 liter saja, maka yang mabuk disaat yang sama sebanyak puluhan ribu,” pungkasnya. Dikatakan, razia terhadap sopi akan terus dilakukan. Apalagi menjelang dan akan melaksanakan ibadah di Bulan Suci Ramadhan.

“Sopi, ini memang menjadi pemicu. Walaupun banyak orang bilang sopi ini juga banyak menghasilkan yang baik yaitu menyangkut masa depan anak anak yakni menyekolahkan mereka dan sebagainya. Tetapi kalau digunakan yang berlebihan, juga dapat merusak masa depan generasi muda kita kedepan,” tutupnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top