HUKRIM

Polres Buru Ringkus Pejambret

RakyatMaluku.com – SATUAN Reserse Kriminal Polres Buru meringkus Fahruk Ely, warga Kaiely, Kecamatan Teluk Kaiely, Kabupaten Buru. Pria 39 tahun ditangkap lantaran kerap melakukan pencurian disertai kekerasan (jambret) di wilayah Kota Namlea. Fahruk ditangkap di pangkalan ojek, pelabuhan penyeberang, Teluk Kaiely, Minggu, 8 juli sekitar pukul 10.00 WIT.

Pelaku kerap merampas barang-barang penumpangnya. Waktu beraksi, pelaku membawa calon korbannya ke tempat sunyi, di situlah dia merampas tas penumpangnya.

Aksi dilakukan tersangka, berawal saat korban memakai saja Fahruk, untuk mengantarnya dia perumahan BTN Bukit Permai, Namlea.

Waktu itu, korban berada di pangkalan Speedboat Kaiely. Di perjalanan, tersangka tidak mengarah kendaraan roda duanya ke tempat tujuan korban, tapi menuju Gunung Tatanggo. Karena keadaan sepi, Fahruk langsung merampas barang-barang yang dibawa korban.

“Saat hendak merampas barang-barang milik korban, korban berusaha mempertahankan tas miliknya, akan tetapi pelaku dengan kekerasan melakukan penganiayaan terhadap korban yang menyebabkan tas korban yang berisi uang sebanyak Rp2.000.000, emas mentah seberat 9 gram, timbangan emas, buku rekening BRI dan 2 buah HP merk Oppo dan Nokia, berhasil dibawah kabur tersangka,” kata Kapolres Buru AKBP Adityanto Budi Satrio melalui Kasat Reskrim AKP Ryan Citra Yudha, kepada wartawan via selulernya, kemarin., Minggu, 8 Juli.

Akibat kekerasan tersebut, korban mengalami luka di wajah sebelah kiri, mata kiri bengkak, luka bibir, lebam di dagu dan leher bagian belakang. Korban langsung mendatangi Mapolres Pulau Buru untuk melaporkan kejadian tersebut guna proses selanjutnya.

“Setelah melakukan pencarian, dua minggu lamanya, pelaku akhirnya dibekuk oleh anggota Buser pelabuhan Speed, tadi (kemarin). Dia sudah resmi kita tahan,” ucapnya.

Saat ditangkap, Fahruk Ely, tidak melakukan perlawanan sedikitpun. Atas perbuatannya, ia terancam mendapat hukuman penjara di atas lima tahun.

“Motifnya karena faktor ekonomi. Tersangka disangkakan dengan Pasal 365 Ayat (1) KUHPidana Jo 351 Ayat (2), dengan ancaman hukiman maksimal 7 tahun penjara, “ tutur Kasat Reskrim. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top