KABUPATEN SBB

PPK Janji Lunasi Sisa Pembayaran Mesin

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Pengadaan kapal cepat milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seram Bagian Barat (SBB) melalui Dinas Perhubungan senilai Rp 7,1 miliar bersumber dari APBD tahun 2020, hingga saat ini belum juga didatangkan oleh kontraktor pelaksana (PT. Kairos Anugrah Marina) dari tempat pembuatan kapal di Kota Tangerang, Provinsi Banten.

Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari SBB, Deny, mengakui bahwa keterlambatan kedatangan kapal cepat ke Kabupaten SBB itu lantaran masih menunggu sisa pembayaran mesin kedua oleh kontraktor pelaksana sebesar Rp 780 juta dari total harga satu unit mesin senilai Rp 1,2 miliar.

“PPK (Pejabat Pembuat Komitmen, Herwilin alias Wiwin) telepon saya, katanya dia masih di Jakarta menunggu sisa pembayaran mesin kedua. Dan katanya akan dilunasi minggu ini,” kata Deny, saat dikonfirmasi koran ini via seluler, Selasa, 14 September 2021.

Sisa pembayaran mesin kedua untuk kapal cepat itu, kata Deny, belum dilunasi karena pihak perusahan kontraktor mengalami kendala pada Nilai Jual Objek Pajak (NJOP).

“Jadi, ada surat-surat yang kurang untuk pembayaran mesin kapal merk Yanmar, yang mana proses pembayarannya di Indonesia namun fisik mesinnya akan dikirim langsung dari Negara Jepang.

Dikatakan Deny, jika sisa pembayaran dilunasi dan mesin kapalnya dikirim dari Jepang ke Indonesia, kemudian dipasang di tempat pembuatan kapal di Kota Tangerang, maka progres pekerjaan sudah 98 persen. Sisanya tinggal mengurus surat-surat kapal.

Apalagi, lanjut Deny, pengadaan kapal cepat tersebut telah sesuai dengan perjanjian kontrak kerja. Hal ini diketahui berdasarkan laporan dari Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) yang melakukan pengecekan terhadap fisik kapal.

“Jadi, PPK ini bekerjasama dengan BKI untuk cek spesifikasi kapal. Dan dari laporan BKI, spesifikasi kapal sudah sesuai dengan perjanjian kontrak kerja,” jelas Deny.

Dijelaskan, Pemkab SBB melalui Dinas Perhubungan melibatkan Kejari untuk ikut bersama-sama mengawal progres pengadaan kapal cepat senilai Rp 7,1 miliar, lantaran fisik kapal tak kunjung dibawa atau diserahkan oleh pelaksana proyek dari PT. Kairos Anugrah Marina kepada Pemkab SBB.

“Kita diminta oleh Pemkab untuk mengetahui kendala yang terjadi di lapangan, sekaligus mendesak Stenly dan Hengky selaku pihak pelaksana proyek untuk segera menyelesaikan pekerjaannya, mengingat masa kontrak kerja sudah lewat,” jelas Deny.

Dikatakan Deny, untuk mengetahui progres pekerjaan kapal, pihaknya bersama Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten SBB Adjait dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Herwilin alias Wiwin, telah berkunjung ke tempat pembuatan kapal di Kota Tangerang.

Sesampainya di Tangerang, lanjut Deny, terungkap bahwa mesin kapal belum ada. Sementara Pemkab SBB telah mentransfer uang sebesar Rp 1,2 miliar ke rekening PT. Kairos Anugrah Marina untuk pengadaan satu unit mesin kapal merk Yanmar.

“Ternyata kendalanya adalah pihak PT. Kairos punya hutang di Bank Maluku-Maluku Utara. Makanya uang yang masuk di PT. Khairos secara otomatis terpotong. Lalu di Jakarta kemarin, kita bikin pernyataan bahwa pihak Khairos harus bertanggungjawab,” terang Deny.

“Bagaimanapun mesin kapal ini harus keluar dan dipasang untuk kapal. Sampai saat ini satu mesin sudah keluar dan sudah dilunasi oleh pihak Khairos dan sudah di pasang. Tinggal satu mesin lagi,” tambahnya. (*)

--------------------

Berita Populer

To Top