NEWS UPDATE

Presiden Micronesia Tertarik Kerjasama Bidang Perikanan

RakyatMaluku.com – SEKEMBALI dari kunjungan kerjanya di Maluku, Presiden Federal State Of Micronesia (FSM), Pieters M. Cristian, akan mengirim tim untuk melakukan observasi atau peninjauan kembali proses ekspor ikan di Maluku.

Upaya observasi ini dilakukan setelah Putra berdarah Maluku asal Desa Haria, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah ini meninjau PT. Harta Samudera yang bergerak di bidang ekspor ikan tuna ke beberapa negara.

“Setelah meninjau saya tertarik untuk mela­kukan kerja sama, nanti saya akan kirim tim untuk melakukan observasi terkait ekspor ikan dari Maluku,”ujar Pieters M. Cristian, usai meninjau tempat pengolahan ikan eskport milik PT Harta Samudra, di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon, Sabtu 22 Juli 2018, yang dalam kunjungan tersebut didampingi Gubernur Maluku Said Assagaff. Dikatakan, keberadaan pabrik ekspor milik PT Harta Samudra sangat membantu ekspor ikan dari Maluku ke beberapa negara.

Untuk itu, kedepan orang nomor satu di negara berdaulat sejak 3 November 1986 itu berharap adanya orang Indonesia terkhususnya Maluku bisa berinvestasi di Micronesia.

Terlepas dari hal tersebut dirinya berterima kepada masyarakat Maluku yang telah menyam­butnya dengan penuh keramahtamahan. Dan ber­keinginan kembali mengunjungi Maluku di waktu yang akan datang.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff, meng­ungkapkan bangga karena ada keturunan Maluku yang bisa jadi Presiden Micronesia. Disela-sela kunjungan Presiden, dirinya telah menawarkan kepada Presiden agar putra-putri micronesia bisa belajar perikanan di Maluku.

“Kita memiliki sekolah perikanan menengah yang selama ini dari Fiji datang belajar, dan beliau sangat tertarik dan menginginkan agar anaknya sekolah disini,”ucapnya. Ditempat yang sama, Kepala Balai Karantina Ikan Maluku, Ashari Syarief, mengatakan Maluku dan Mikronesia memiliki kesamaan dalam hal produksi perikanan.

Sehingga dalam kunjungannya beliau menyem­patkan unuk berkunjung ke PT. Harta Samudra yang merupakan salah satu perusahaan yang sudah melakukan eskport ikan tuna ke beberapa negara, diantara Japan dan Amerika, dan sementara lagi meram­pungkan persyaratan untuk eksport ke negara uni Eropa. Menurutnya, kedatangan beliau untuk melihat kesamaan antara produksi perikanan, serta sistem pengelolaannya yang sudah berstandar international.

“Ruang yang beliau kunjungi merupakan ruangan unit pengolahan ikan berstandar internsional, jadi ada proses, manajemen, dan sistemnya, sehingga ketika prodak ini sudah bersertifikat bisa diterima oleh negara luar termasuki uni Eropa,” tandas Syarief. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top