HUKRIM

PT Parahyangan Diduga Uji Sondir Sebelum Menang

| PPK Kemenag Maluku Membantah

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, — Dugaan ‘kongkalikong’ dalam proses tender Perencanaan Revitalisasi dan Pengembangan Asrama Haji, Waiheru Ambon, senilai Rp2 miliar, kian tarkuak. PT. Parahyangan Putra Cemerlang yang memenangkan proyek tersebut, diduga telah melakukan uji sondir (soil test) sebelum pengumuman pemenang tender ditayangkan Pokja.

Uji sondir –yang merupakan pengujian penetrasi untuk mengetahui daya dukung tanah itu– diduga dilakukan PT Parahyangan di Asrama Haji Waeheru, beberapa waktu lalu.

“Kami dengar begitu. Diduga perusahaan pemenang itu sudah uji sondir sebelum diumumkan,” ungkap sumber Rakyat Maluku, kemarin.

Dengan demikian, ketika nama PT Parahyangan yang beralamat di Cimahi, Provinsi Jawa Barat itu, diumumkan sebagai pemenang, maka
sejumlah pihak di wilayah Kemenag Maluku sudah memakluminya.

“Untuk itu kami mengindikasikan kemenangan tersebut, bukan kemenangan murni,” terang sumber rakyatmaluku.com yang meminta namanya tidak dikorankan.

Apa benar? Kepala Bidang Pembinaan Haji dan Umrah (PHU) Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku H. Yamin yang juga Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dikonfirmasi, Senin 14 Juni 2021, membantah.

Kabid PHU itu mengaku, tidak mengetahui adanya aktivitas uji sondir yang diduga dilakukan PT Parahyangan Putra Cemerlang di Kompleks Asrama Haji Waiheru Ambon, beberapa waktu lalu. “Kalau itu saya tidak tahu,” sangkalnya.

Sementara terkait proses tender, Yamin mengaku proses yang dilakukan sudah sesuai dengan mekanisme. Jika tidak sesuai mekanisme, dia pastikan sejak awal proses tender terhenti. “Tapi sampai saat ini prosesnya masih jalan,” tambah Yamin.

“Namun dalam proses tender itu ada bagian-bagian tertentu yang melaksanakan,” katanya lagi.

Terkait pembatalan keputusan Pokja atas pemenang pertama oleh PPK yang dinilai menyalahi aturan, Yamin enggan memberikan penjelasan. Dia beralasan belum membaca berita yang dipublikasikan media. Padahal, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepadanya sudah mewakili isi pemberitaan.

Selain itu, Yamin juga menolak menanggapi langkah PT Genta Prima Pertiwi yang melaporkan Pokja, PPK dan KPA ke Polda Maluku dalam pekan ini. “Kalau soal ini, saya tidak mau berkomentar. Jadi persoalan lapor melapor itu tergantung masing-masing,” katanya.

Sementara Rakyat Maluku yang coba mengonfirmasi PT Parahyangan dengan menelusuri sejumlah portal untuk mendapatkan informasi dan nomor kontak perusahaan ini namun tidak berhasil. Bahkan di website www.indokontraktor.com untuk mendapatkan kontak perusahaan ini, maka harus mendaftarkan diri. Sayangnya, setelah dilakukan pendaftaran, nomor kontak yang diminta tak kunjung ditampilkan website tersebut.(*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top