Uncategorized

PTT Di Bursel Diberikan KIS

RakyatMaluku.com – WAKIL Bupati (Wabup) Kabupaten Buru Selatan (Bursel) Ayub Seleky, memberikan secara simbolis kartu Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) bagi 1000 Pegawai Tidak Tetap (PTT) di lingkup Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bursel.

Pemberian JKN KIS disusul Pemkab Bursel sebagai salah satu dari 11 Kabupaten/Kota di Provinsi di Maluku yang berhasil meraih penghargaan JKN KIS Award.

Pemberian KIS ini dilakukan secara simbolis kepada PTT di halaman kantor Bupati Bursel oleh Wabup Bursel Ayub Seleky, Sekda Bursel Syahroel Amri Engelen Pawa, Kepala BPJS Bursel Agus Souhuat, Kepala BPKAD Bursel Iskandar Walla dan Kepala Badan Kepegawaian Sumber Daya Manusia (SDM) Kabupaten Bursel Abdul Muthalib Laitupa, Senin, 7 Mei 2018, usai apel bersama, di halaman kantor Bupati Bursel.

Wakil Bupati saat menyerahkan KIS tersebut mengatakan bahwa ini adalah yang pertama di lakukan di Bursel.

“Hari ini di Kabupaten, baru pertama kali dilakukan penyerahan Kartu Indonesia Sehat (KIS),” kata pria yang akrab disapa Buce ini.

Pemberian 1000 KIS Bagi PTT di lingkup Pemkab Bursel merupakan bentuk apresiasi pemkab Bursel.
Ayub menyebut, KIS adalah program yang dikeluarkan oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk membuat rakyat lebih sehat dan sejahtera.

“Saya atas nama pemerintah mengapresiasi pemberian KIS ini, semoga masyarakat Bursel dan seluruh Pegawai Tidak Tetap di kabupaten ini bisa lebih sehat dan sejahtera,” tutur Seleky.

Sementara itu, Kepala BPJS kabupaten Bursel Agus Souhuat, kepada wartawan, mengatakan pemberian 1000 KIS kepada PTT di lingkup pemda Bursel ini karena iuaran PTT yang di tanggung oleh Pemda Bursel terhadap 1000 PTT.

“Kartu JKN-KIS yang diberikan kepada 1000 PTT ini bukan bagian dari Reward (penghargaan-red), tetapi adanya etika baik dari Pemda Bursel untuk melayani masyarakat terutama PTT yang membantu tugas-tugas Pemda,” ujar Agus.

Souhuat berharap, Pemda Bursel juga dapat menanggung masyarakat lain yang belum terdaftar dalam JKN-KIS sebagaimana yang ditegaskan dengan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2017.

“Masyarakat Bursel yang belum tercover dalam JKN-KIS yang diketahui kurang lebih 29 ribu jiwa. Dimana targetnya per 1 Januari 2019 sesuai dengan peta jalannya pemerintahan pusat sudah harus tercover seluruh penduduk Indonesia,” kata Souhuat. (YUL)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top