HUKRIM

Resky Didakwa Bunuh Pelayan Kafe Bunda 2 Namrole

RakyatMaluku.com – RESKY alias Kiki (24), warga Desa Labuang, Kecamatan Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel), didakwa telah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan direncanakan terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, yakni korban Marta Yuliana alias Mita alias Tia, pelayan Kafe Bunda 2 Namrole.

“Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (3) KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun,” ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Apriando Simanjuntak, saat membacakan surat dakwaanya dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Negeri (PN) Ambon, Selasa, 17 Juli 2018.

JPU dalam dakwaanya menjelaskan, peristiwa naas itu terjadi di depan pintu Kafe Bunda 2 Namrole. Awalnya, Senin, 18 Desember 2017, sekitar pukul 13.00 Wit, terdakwa datang membawa sebuah pisau dapur yang diambil dari dapur tempat terdakwa bekerja. Pisau tersebut disisipkan di pinggang sebelah kanan terdakwa.

Didepan pintu kafe, terdakwa memanggil korban. Korban pun menemui terdakwa, kemudian terdakwa meminta pakaiannya kepada korban. Tak lama kemudian korban mengambil pakaian milik terdakwa yang dibungkus dalam kantong plastik dan memberikannya kepada terdakwa.

Setelah itu, terdakwa meminta sebatang rokok dari korban. Dan korban pun memberikan sebungkus rokok SampoernaMerah kepada terdakwa. Tanpa mengambil rokok, terdakwa langsung menarik tangan korban sambil mengambil pisau yang disisipkan pada pinggang sebelah kanan terdakwa kemudian ditusukkan ke arah perut korban sebelah kiri.

Kemudian terdakwa mencabut pisau dari perut korban menggunakan tangan kirinya, dan kembali mengangkat pisau tersebut sejajar telinga sebelah kiri dan mengarahkan pisau dengan sekuat tenaga ke arah dada sebelah kiri korban hingga pisau tertancap.

Terdakwa juga sempat menarik pisau dari dada korban, namun gagang pisau tersebut terlepas. Sedangkan mata pisau masih tertancap pada dada korban. Terdakwa kemudian melarikan diri meninggalkan tempat kejadian.
Saat korban ditusuk oleh terdakwa, korban sempat berteriak minta tolong, sehingga saksi Jaibin Turaha alias Jai dan saksi Rahman Wance alias Babang keluar dari ruang operator Kafe Bunda 2 menuju tempat kejadian.

Para saksi melihat terdakwa melarikan diri. Selain itu, saksi Wa Rima Buton alias Bunda yang berada di dapur Kafe Bunda 2 juga mendengar teriakan dari korban, sehingga saksi Bunda langsung menuju tempat kejadian untuk menolong korban dengan membopong korban keluar dari kafe, dan meminta pertolongan dari pengendara yang lewat di depan kafe.

Tak lama kemudian, saksi La Muru Wance berhenti dan saksi Wa Rima Buton menaikan korban ke sepeda motor untuk dibawa ke RSU Namrole. Karena RSU Namrole belum memadai untuk melakukan operasi cabut pisau, sehingga korban dirujuk oleh dr. Ria Resti Sukur alias Tia ke RSUD Namlea. Sampai di RSUD Namlea, korban tidak dapat diselamatkan, dan akhirnya meninggal dunia.

Usai mendengar pembacaan dakwaan oleh JPU, Ketua Majelis Hakim R. A. Didi Ismiatun, kemudian menunda persidangan hingga Selasa pekan depan, dengan agenda sidang mendengar keterangan saksi-saksi. (RIO)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top