GERBANG PENDIDIKAN

Resmi Mengudara, Pengelola Radio Harmoni Gelar Doa & Syukuran

SIARAN, – Rektor IAIN Ambon, Dr. Zainal Abidin Rahawarin, saat berada di Ruang Radio Harmoni, bersama mahasiswa Magang Jurnalistik Islam di Ruang Siaran Radio Harmoni, Selasa, 14 September 2021. | ISWANDI KELILAUW

  • Laporan: ISWANDI KELILAUW
    Magang Jurnalistik

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, — Setelah mengudara selama beberapa pekan terakhir, Radio Komunitas Harmoni Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambona akhirnya diresmikan oleh Rektor, Dr. Zainal Abidin Rahawarin, Selasa, 14 September 2021.

Peresmian ditandai dengan doa dan pemotongan nasi tumpeng sebagai ungkapan syukur, atas beroperasinya kembali Radio Harmoni IAIN Ambon, yang sempat terhenti selama kurang lebih dua tahun terakhir.

Radio Komunitas Harmoni IAIN Ambon menempati Lt III Gedung Laboratorium Komunikasi Massa (Komas), Fakultas Ushuluddin dan Dakwah (Uswah). Acara ini disaksikan seluruh jajaran pimpinan fakultas, plus para mahasiswa dan pengelola Lab Komas.

Usai meninjau aktifitas di Laboratorium tersebut, Rektor juga menyempatkan diri untuk berbincang secara langsung di ruang siaran bersama Crew Radio Harmoni. Radio Komunitas Harmoni IAIN Ambon mengudara dengan Gelombang 107,7 FM.

Rektor berharap, kejadian yang menyebabkan Radio tersebut tidak mengudara selama kurang lebih dua tahun lalu, kiranya tidak diulang. Untuk itu, masalah yang terjadi di Radio tersebut, segera dilaporkan guna ditindaklanjuti.

Pentingnya, menurut Rektor, karena keberadaan Radio tersebut, selain untuk menginformasikan aktifitas di lingkungan IAIN Ambon, juga lebih pentingnya untuk kegiatan praktikum mahasiswa baik Jurnalistik maupun Komunikasi Penyiaran Islam.

Apalagi, kata Rektor, sesuai laporan dari Komunikasi Penyiaran Informasi Daerah (KPID) Maluku, bahwa Radio Harmoni merupakan salah satu Radio Komunitas tertua atau pertama yang dikeluarkan izin siaranya. Sangat rugi, kalau kemudian keberadaan Radio ini diabaikan, dan atau tidak difungsikan sebagaimana layaknya.

Kesempatan ini, Rektor juga berpesan kepada para Jurnalis, agar sekiranya setiap informasi yang diterima di lapangan, harus diperiksa terlebih dulu atau dikroscek kebenarannya kepada sumber terkait. Sebab, dampak dari penyampaian informasi yang keliru sangat fatal. Dan, hal ini telah ditegaskan di dalam Al-Quran sebagai bentuk ikhtiar agar tidak merusak antar sesama, setelah informasi tersebut disebarkan.

“Informasi tentang berita yang diterima jangan langsung dipublikasi. Tapi, ada baiknya dikonfirmasi kembali. Cek dan ricek. Jika informasi yang kita beritakan punya nilai kebenaran, Alhamdulillah tidak apa-apa. Namun, apabila yang kita beritakan itu tidak benar, maka menjadi sebuah beban tanggungjawab secara pribadi, maupun secara kemasyarakatan,” kesan Rektor, mengingatkan.

Rektor kemudian memperkuat pernyataannya dengan membaca salah satu ayat Al-Quran yang artinya. “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan (kecerobohan), yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu”.

Usai membaca ayat Al-Quran tersebut, Rektor berharap keberadaan Radio Harmoni dapat menjadi media pembelajaran dan praktikum untuk para mahasiswa, dalam rangka meningkatkan skillnya di bidang Jurnalistik Islam dan Komunikasi Penyiaran Islam.

“Itu ayat jurnalis, bagi anak-anakku sekalian, ayat ini menjadi pegangan utama seorang Jurnalistik untuk bagaimana dia mencari kabar berita atau informasi, agar terlebih dahulu harus tabayyun baru dipublikasikan,” simpul Rektor.

Kegiatan ini dirangkai dengan doa bersama dan syukuran berupa pemotongan nasi tumpeng yang disediakan penyelenggara kegiatan. (*)

--------------------

Berita Populer

To Top