Uncategorized

Sakit Di MTB, Balita Gizi Buruk Dirawat Di MBD

– Fotonya Firal Di Facebook

SEBUAH foto tentang balita perempuan yang mengalami gizi buruk menjadi firal di facebook. Balita ini diketahui kini berada di Desa Wakpapi, Kecamatan Babar Timur Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) dan setelah diposting di media sosial, kini sudah mulai ditangani oleh medis di daerah itu.

John Johiands akun facebook yang memosting foto sang balita dan kemudian diketahui, mantan Kapolres MBD, AKBP John Uniplaita pemilik akun tersebut menulis, sejak dia bertugas di MBD tidak tahu ada penderita gizi buruk di Wakpapi. Ia meminta ampun kepada Tuhan. Mantan Kapolres itu juga meminta agar pihak berkewenang bisa menyelamatkan balita tersebut.

Sebelumnya, foto balita yang terlihat sangat kurus itu mengundang banyak sekali komentar prihatin. Awalnya, ada yang mengatakan itu adalah hoax karena jarang sekali ada balita yang gizi buruk di MBD, apa lagi sampai kondisinya sangat miris seperti yang terlihat dalam gambar.

Tapi akhirnya terungkap lewat komentar-komentar dalam postingan bahwa benar balita bernama Marsya, usianya kurang dari tiga tahun, adanya di Desa Wakpapi dan kini sedang ditangani oleh para medis di Letwurung ibu kota Kecamatan Babar Timur.

Terungkap juga bahwa sebelumnya, Marsya bersama bapak ibunya di Saumlaki, Maluku Tenggara Barat. Marysa sakit di MTB dan akhirnya dibawa pulang kakek neneknya di Wakpapi untuk berobat.‘’Pasien sakitnya itu di Saumlaki, MTB. Ia dibawa pulang oleh kakek dan neneknya di Wakpapi dan saat ini sedang diobati di Puskesmas Letwurung,’’ kata Ana Akse, salah satu tenaga medis di wilayah setempat dalam komentarnya memberikan klarifikasi.

Kepala Puskesmas Letwurung Martina Hematang, SKep yang dikonformasi via telepon seluler tidak berhasil tersambungkan. Demikian pula dengan Kepala Dinas Kesehatan MBD, dr. Frederik Bagarai.

Handphonnya tidak aktif. Namun Pendeta Albert Efraim Kofit yang ikut membagikan foto tersebut di facebook, kepada Rakyat Maluku lewat pernyataan tertulisnya membenarkan bahwa sang balita itu sebelumnya tinggal bersama orang tuanya di Saumlaki dan dia sakit di sana.

‘’Saya menghubungi pendeta di sana dan diceritakan kisah yang sangat miris tentang sang anak,’’ kisah Albert Efraim Kofit.

Sang pendeta berharap, sang balita bisa sitangani dengan baik dan dibutuhkan sinergitas lintas sektoral di MBD untuk membantu penyuembuhannya. (NAM)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top