DPRD SBB

Satu Positif, DPRD Minta Tim Gustu PP Covid-19 SBB Lakukan Tracking

EKO BUDIONO | Sekretaris Komisi I DPRD SBB

RAKYATMALUKU.COM – SBB,- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) meminta Tim Gugus Tugas (Gustu) Percepatan Penanganan (PP) Coronavirus disease 2019 (Covid-19) untuk segera melakukan tracking atau pelacakan, pasca salah satu warga SBB diumumkan Tim Gustu PP Covid-19 Provinsi Maluku positif. Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Komisi I DPRD SBB, Eko Budiono, kepada rakyatmaluku.com, Minggu, 12 April 2020.

Pentingnya dilakukan tracking atau pelacakan oleh Tim Gustu PP Covid-19 SBB untuk mencegah adanya penyebaran wabah dari warga yang sudah positif. Sebab, bukan tidak mungkin, warga yang sudah positif pasti telah melakukan kontak sosial dengan warga lainnya, yang kalau tidak ditelusuri dari sekarang, maka dapat menyebabkan penyebaran secara massif, dan ini sangaf fatal.

Berangkat dari pengalaman penanganan terhadap salah satu warga positif di Kota Ambon misalnya, kata Eko, setelah dilakukan tracking oleh Tim Gustu PP Covid-19 Provinsi Maluku, ternyata ditemukan dua warga baru positif. Hal ini, tentu akan sangat berbahaya kalau tidak segera diketahui warga SBB yang positif tersebut, sudah melakukan kontak sosial dengan siapa saja. Kalau sudah diketahui, maka Tim akan dengan mudah memantau aktifitas mereka, termasuk mengecek kembali kondisi kesehatan warga yang sudah melakukan kontak dengan pasien Covid itu. Kalau dianggap urgent untuk mencegah penyebaran ke orang lain, maka bisa langsung mengambil kebijakan karantina. Sebab, langkah ini merupakan satu-satunya solusi untuk memutus rantai penyebaran wabah Covid-19 yang terus membunuh warga di berbagai belahan dunia.

Usul Eko, agar tracking dapat terlaksana dengan baik, maka semua pihak harus dilibatkan dengan melakukan komunikasi persuasif. Sebab, penyebaran wabah Covid-19 sangat massif dan cepat. Perpindahannya dari seseorang ke orang lain, tidak membutuhkan waktu lama. Olehnya itu, perlu kerja keras Tim agar seluruh warga yang sudah bertemu dengan pasien positif itu, dapat diidentifikasi dan diperiksa kesehatannya.

Hal penting lainnya yang tidak boleh dilupakan oleh Tim dan Pemda SBB, yakni, menyediakan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga medis, terutama untuk medis yang kontak pelayanan dengan warga penyintas. Pasalnya, para tenaga medis yang berada di garis terdepan sangat rentan kalau tidak menggunakan APD. Bahkan, sudah menggunakan APD saja masih ada yang jebol, terkena wabah Covid-19, seperti di beberapa daerah dan negara, apalagi sampai tidak menggunakan APD. Olehnya itu, Pemda tidak boleh menganggap masalah ini biasa-biasa saja, tapi harus ada kebijakan preventif untuk memutus rantai penyebarannya, baik lewat tenaga medis maupun masyarakat umum.

Pada kesempatan ini, Eko mengajak seluruh warga di SBB agar tetap tenang dengan mengutamakan penyelamatan diri melalui prosedur yang sudah diberikan pemerintah. Misalnya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Menjauhi tempat-tempat umum. Mengurangi aktifitas di luar rumah, dan kalau terpaksa dilakukan, agar tetap menggunakan masker. Ia berharap, Tim Gustu PP Covid-19 dapat melaksanakan tugasnya secara maksimal, sebab, warga menaruh harapan besar kepada Tim untuk mencegah penyebaran wabah yang mematikan ini.

Sebagai wakil rakyat, Eko mengaku mereka intens memantau kinerja Tim dan Pemda SBB, dan aktif berkoordinasi di Dapil masing-masing. Selain itu, mereka juga tak henti mensosialisasikan kepada warga tentang pentingnya physical distancing (pembatasan fisik) dan social distancing (pembatasan sosial). (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top