DPRD SBB

Setahun Tak Berkantor, Aleg SBB Desak Copot Kepsek SD LKMD Kupele Jaya

ABU SILAWANE | KETUA KOMISI III DPRD SBB

RAKYATMALUKU.COM – SBB,- Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten SBB, Abu Silawane, mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten SBB, Masudin Sangaji, untuk segera mencopot Muhammad Tahir dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SD LKMD Kupele Jaya, Desa Tuniwara, Kecamatan Kepulauan Manipa Kabupaten SBB. Desakan ini disampaikan Abu Silawane kepada wartawan di SBB, menyusul adanya laporan warga terhadap kinerja Tahir, yang sudah tidak lagi berkantor selama kurang lebih satu tahun.

Aleg Partai Gerindra menyesalkan tindakan Tahir yang sudah satu tahun tidak berkantor. Padahal, dalam waktu dekat para siswa SD LKMD Kupele Jaya akan dihadapkan dengan Ujian Nasional, yang tentu, mengharuskan konsentrasi belajar di sekolah harus ditingkatkan. Sayangnya, tindakan Tahir ini justru tidak menjadi perhatian serius dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB, padahal, tindakannya sudah sangat fatal. Sebagai gantinya, Abu meminta Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB segera mengambil tindakan tegas dengan mengevaluasi Tahir, kalau perlu digantikan sehingga menjadi pelajaran kepada pejabat lain, khususnya di bidang pendidikan.

Abu menjelaskan, SD merupakan lembaga pendidikan awal yang mesti mendapatkan perhatian ekstra baik dari pemerintah maupun masyarakat. Sebab, anak-anak yang sukses dididik dari SD, akan menjadi awal dari proses pendidikan yang lebih baik di tingkat lanjutan. Kalau Sekolah Dasar saja tidak dikawal dengan baik, bagaimana dengan masa depan anak-anak di desa tersebut, kesal Abu.

Sebagai langkah awal, Abu meminta kepada Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB untuk segera menginstruksikan Kepala UPTD setempat, agar memantau jalannya proses pembelajaran di SD itu. Hal ini penting, guna memastikan proses pembelajaran di SD itu tetap berjalan, meskipun Kepseknya tidak lagi berkantor. ”Keluhan itu sudah sampai ke kami. Mereka juga katakan bahwa persoalan ini sudah dilaporkan ke Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan SBB secara tertulis, tapi tidak direspon sampai saat ini. Karena itu, kami melihat langsung kondisi sekolahnya,” tegas dia.

Abu juga menyayangkan sikap tidak pedulinya Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB terhadap laporan dewan guru, yang sudah disampaikan langsung ke Kadis, namun, sampai kini tidak mendapatkan respon. Mestinya, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan SBB yang menerima laporan itu, langsung bertindak dengan memanggil Kepsek atau para dewan guru, guna mendengar pendapat mereka, atas laporan yang disampaikan. Setidaknya, langkah penting itu, mendatangi langsung sekolah tersebut, agar dapat diketahui masalah yang menyebabkan Kepsek jarang berkantor. ”Mestinya ada langkah tegas yang diambil pihak dinas untuk menindaklanjuti laporan dewan guru itu. Karena ini soal pendidikan dan kemajuan sekolah. Bagaimana jadinya, jika kepala sekolahnya sudah malas tak masuk kantor selama setahun. Bagaimana nasib anak didik di sekolah itu,” kesal Silawane.

Tindakan Kepsek ini, kata Abu tidak boleh ditoleransi. Harus ada sikap tegas dari Kepsek, yakni mencopot Tahir dari jabatannya sebagai Kepsek, tegas Abu, berang. (ADV)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top