GERBANG PENDIDIKAN

SMK Negeri 1 SBT Siap Ikuti AKM

Program Merdeka Belajar yang menghapus Ujian Nasional (UN) diganti Asesmen Kompetensi Minimu (AKM) akan digelar serentak pada September 2021 mendatang. Meski begitu saat ini sekolah mulai mematangkan kesiapannya untuk mengahadapi pengganti UN itu.

Kesiapan satuan pendidikan baik SMK, SMA, SMP maupun SD adalah menyiapkan fasilitas tambahan seperti perangkat komputer dan jaringan berbasis internet kecepatan tinggi.

Salah satu satuan pendidikan yang telah siap melaksanakan AKM adalah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 1 Seram Bagian Timur. Hal ini diungkapkan Kepala Sekolah, Abdul Kifli Sukunora kepada wartawan diruang kerjanya, Selasa 12 Juli 2021.

Meski selama ini belum ada pelatihan secara teknis dilapangan oleh instansi teknis namun, untuk kesiapan infrastruktur seperti laboratorium komputer dan jaringan internet telah disediakan pihak sekolah.

“Untuk SMK ini kan dia direktorat sendiri jadi selama ini belum ada pelatihan terkhusus untuk SMK. Tapi perkembangannya secara teknis kita sudah siap. Lab dan komputer yang ada itu sudah lebih dari cukup. Karna jumlah siswa yang diambil sebagai peserta AKM hanya 45 siswa dari kelas XI”ujar Kifli.

Menurut, 45 siswa itu akan mengikuti tiga dalam pelaksanaan AKM. Setiap sesi akan diikuti 15 siswa. Tidak hanya itu, pihak sekolah juga akan menyiapkan 5 siswa tambahan sebagai cadangan untuk mengantisipasi apabila 45 siswa itu ada yang berhalangan hadir saat proses asesmen dimulai.

“Jadi misalnya di hari pertama itu ada siswa yang berhalangan maka kita ambil dari cadangan untuk menutupi. Tapi kalau untuk komputer itu sudah cukup karna dipastikan AKM itu hanya 3 sesi. Satu sesi 15 siswa sementara komputer kita lebih dari 50 unit diluar leptop yang kita punya,”katanya.

Selain kesiapan perangkat komputer dan laboratorium, menurut dia, pihaknya juga telah menyiapkan jaringan internet berkecepatan tinggi yang dipasang dari Telkom atau Indihome.

“Disini dulu ada bantuan AstiNet tapi sudah habis kontrak kemudian dialihkan ke BAKTI Kominfo tapi kapasitasnya kecil jadi pihak sekolah sudah kasih masuk Indihome untuk kesiapan AKM dengan kapasitas 20 Mbps,”ungkapnya.

Tidak hanya itu, kesiapan lain seperti listrik juga telah diantisipasi oleh sekolah. Bahkan listrik yang digunakan melebihi kapasitas pemakaian yang dulu dipakai hanya 1.300 Va menjadi 4.500 Va. Jaringan listrik dipakai sekolah merupakan jalur khusus dengan perumahan milik pemerintah daerah. Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipasi gangguan saat pelaksanaan AKM.

“Kemudian untuk listrik disini tidak masalah karna jalur ini pakai jalur Pemda selalu steril terus dan kita pakai daya 4.400 amper dari yang dulunya itu 1.300 (voll Amper),”jelas Kifli.

Sesuai jadwal, pelaksanaan AKM sendiri akan dilaksanakan di Minggu kedua pada bulan September 2021. Olehnya itu, dibulan Agustus mendatang pihak sekolah sudah mulai melaksanakan pelatihan kepada siswa. Jadwal pelatihan akan diupayakan bisa dilakukan dalam seminggu sekali.

“Kita upayakan dalam satu minggu satu kali pelatihan. Karna siswa harus banyak membaca. Di AKM lebih banyak soal uraian, makanya bacanya juga harus banyak. Operator kita juga sudah siap. Makanya untuk kesiapan kita soal AKM kalau dibilang sudah matang,”ungkap dia.

Asesmen nasional sendiri terdiri dari tiga bagian yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter dan Survei Lingkungan Belajar.

Dalam asesmen kompetisi minimum atau AKM dibutuhkan kompetensi dasar siswa. Kompetensi dasar bisa didapat dari belajar, apapun materinya dan apapun mata pelajarannya. Sehingga materi AKM yang terkait literasi atau baca tulis, serta literasi numerasi bisa dikuasai siswa.

Oleh karena itu, Kepsek berharap, siswa lebih banyak membaca (Literasi) untuk bisa mengisi uraian yang nanti ada dalam materi AKM. Ada dua hal yang perlu diketahui siswa, pertama soal literasi dan kedua soal numerasi.

Literasi yang dimaksudkan bukan saja sekedar kemampuan membaca, tapi juga kemampuan menganalisis suatu bacaan serta kemampuan untuk mengerti atau memahami konsep. Sedangkan numerasi adalah kemampuan menganalisis menggunakan angka.

Diterapkannya kebijakan ini merupakan penanda perubahan paradigma evaluasi pendidikan dan peningkatan sistem evaluasi pendidikan. Tujuan utamanya mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik. (*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top