AMBONESIA

SUPM Harus Ciptakan Revoluasi Mental SDM Kemaritiman Maluku

RakyatMaluku.com – PELAKSANA Tugas (Plt) Gubernur Provinsi Maluku, Zeth Sahuburua, mengharapkan kepada Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Negeri Waiheru Ambon untuk menjadi bagian dari gerakan revolusi mental, dengan menunjukan kapasitasnya dalam membentuk dan melahirkn sumber daya manusia (SDM) kemaritiman yang berkualitas, profesional, berintegritas serta memiliki disiplin yang tinggi, guna menstraformasikan seluruh potensi sumber daya perikanan dan kelautan secara optimal melalui jalur pendidikan.

Hal ini disampaikan Sahuburua dalam sambutannya pada acara wisuada 154 lulusan SUPM Negeri Waiheru Ambon, angkatan ke-XXX tahun pelajaran 2017-2018, Senin 14 Mei.

Selain itu, SUPM Waiheru juga harus tertantang melakukan pembinaan serta pembenahan kurikulum yang lebih bermuatan dan spesifik, agar lulusan yang dihasilkan berkompetensi dan bersaing dalam pengembangan sumberdaya manusia di bidang kelautan dan perikanan. Kata dia, merupakan salah satu instrumen yang paling besar pengaruhnya untuk transformasi peradaban suatu bangsa.

Dimana tingkat kesejahteraan, kesehatan dan kemajuan kualitas SDM suatu bangsa sangat ditentukan oleh kualitas pendidiknya. Baik itu, menyangkut komponen-komponen pendidikan maupun sarana dan prasarana pendidikan. Karena pendidikan akan melahirkan SDM sebagai investasi yang tak pernah akan abis, jika dibadingkan potensi sumber daya alam (SDA), yang akan habis pada waktunya.

Dalam konteks inilah, maka SUPM Negeri Waiheru menjadi wadah yang strategis untuk menjawab kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas dalam rangka menggerakan sumber daya terutama kelautan dan perikanan, sekaligus menjadi pilar pembangunan kemritiman di daerah ini.

Olehnya itu, percepatan pembangunan Maluku berbasis kemaritiman ini merupakan sebuah kepercayaan yang harus dilakukan, mengingat beban pembangunan di wilayah berciri archipelago sangat berat, dengan luas lautan mencapai 92,4 persen serta jumlah pulau kurang lebih 1430. Khususnya menyangkut problem stabilitas dan konektivitas. Hal ini berimplikasi ke semua bidang pembangunan. “Karena tantangan kita kepulauan di Maluku cukup kompleks, baik menyangkut long distance Commerce, maupun short and middle range Trade,” kata dia.

Kepada 150 lulusan, dirinya mengingatkan wisuda bukanlah akhir dari suatu perjuangan tetapi merupakan awal dari karya dan pengabdian yang sesungguhnya. Karena itu, dirinya berharap lulusan SUPM tidak cepat berpuas diri diri dengan apa yang telah dicapai, harus terus berkembang sebagai modal dalam memasuki duni kerja yang penuh dengan tantanthgan. Karena sesungguhnya di pundak kalianlah terletak masa depan kejayaan kemaritiman bangsa, negara dan daerah Maluku tercinta.

Sementara Kepala SUPM Negeri Waiheru Ambon, Drs Achmad Jais Ely, mengungkapkan sebelum lulus ada sebagian wisudawan yang sudah diterima oleh sejumlah perusahaan baik itu perusahaan nasional, maupun internasional. Namun lebih banyak lulusan berprestasi SUPM lebih memilih bekerja di luar negeri, difaktorkan gaji yang besar.

“Contohnya, saat ini kita sudah melakukan MoU dengan Dorektur Perinus, untuk persiapan 12 lulusan dari SUPM, namun nyatanya hanya 1 orang yang berminat sedangkan lainnya lebih memilih bekerja di luar negeri, difaktor gaji yang ada di daerah lebih kecil dibandingkan perusahan international.” Walaupun demikian, dirinya berharap kekosongan yang ada tersebut bisa diisi dengan lulusan dari SMK lainnya yang ada di Maluku. Diakuinya, dari 150 wisudawan, 51 persen merupakan anak dari pelaku utama, dan kebanyakan sudah terserap di luar negeri. Bahkan dari 14 siswa lulusan terbaik adalah anak dari pelaku utama. (YAS)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top