NEWS UPDATE

Tak Terima Dinasehati, Ponakan Bunuh Paman Di Kebun

RakyatMaluku.com – MELKIANUS Kurmasella, warga Messa, Kecamatan TNS, Kabupaten Maluku Tengah, tewas usai dipotong ponakannya, Maikel Mourits Malioy, Rabu, 22 Agustus sekitar pukul 19.00 WIT. Pelaku yang membunuh pamannya itu di kebun Dàce Urupley, lantaran ia tak mau dinasehati. Malioy baru ditangkap aparat kepolisian di Desa Waipia, pada, Jumat, 24 Agustus 2018, kemarin, sekitar pukul 07.00 WIT.

Kasat Reskrim Polres Maluku Tengah AKP Saiful mengatakan, pelaku dan Dace sedang minum sopi di walang (pondok) milik Dace. Walang ini di­guna­kan untuk men­yuling sopi.

Usai meminum miras, Dace pu­lang ke ru­mah­nya meninggalkan Maikel Mourits Malioy sendirian di kebun. Waktu pulang, Dace bertemu korban, dan sempat menanyakan keberadaan ponakannya. Dace pun mengatakan kalau Maikel ada di walangnya.

Lanjut Kasat Reskrim, men­dapat jawaban tersebut, kakek 67 tahun itu menuju kebun Dace. Di hadapan ponakannya, Melkianus menasihati pelaku. Sa­yang, pelaku tak menggubris. Saat itu juga dia mengambil pa­rang dan memotong korban di bagian kepala.

“Usai memotong korban, pelaku lari sembari mengatakan kepada saksi kalau dia telah membacok Melkianus Kurmasella. Korban sempat berteriak minta tolong, dan salah satu anak korban, Bonesius Kurmasela datang untuk menolong ayahnya, tapi nyawa Melkianus Kurmasella tak tertolong. Pelaku baru ditangkap tadi pagi (kemarin),” tutur Saiful kepada wartawan via selulernya, kemarin.

Kasat menambahkan, Maikel Mourits Malioy diringkus setelah keluarga korban melaporkan kasus ini ke polisi. Laporannya. LP/15/VII/2018/Polsek TNS.

“Kita jerat pelaku dengan Pasal 338 KHUPidana. Pasal ini menjelaskan, barang siapa dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu menghilangkan nyawa orang lain, dipidana karena pembunuhan dengan rencana, dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu, paling lama 20 tahun,” tutupnya. (AAN)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top