LINTAS DAERAH

Takut Tsunami, Warga Tehoru Mengungsi ke Dataran Tinggi

RAKYATMALUKU.COM – AMBON,- Ribuan warga negeri Tehoru Kecamatan Tehoru Kabupaten Maluku Tengah panik saat diguncang gempabumi magnitudo 6,1 pada pukul 13.43 WIT tadi di wilayah perairan kecamatan setempat.

Masyarakat setempat merasakan dua kali guncangan. Warga kemudian berhamburan keluar rumah setelah saat melihat air laut di negeri tersebut surut hingga 100 meter lebih dari bibir pantai.

Mona Hatapayo, salah satu warga negeri Tehoru yang dihubungi via telpon seluler mengatakan, masyarakat mengungsi ke daerah dataran tinggi karena takut terjadi tsunami.

Sebab saat gempa, terjadi 3 kali pasang surut di perairan negeri setempat dalam waktu yang sangat singkat. Air laut suru hingga 100 meter lebih dari bibir pantai hingga melewati jembatan pelabuhan Tehoru dan 1 menit kemudian kembali pasang.

“Masyarakat panik. Mereka sudah mengungsi ke sejumlah lokasi ketinggian karena takut terjadi tsunami dan gempa susulan,” ujar Mona.

Menurutnya, masyarakat merasakan dua kali terjadi guncangan. Mereka menduga, gempa tersebut terjadi akibat adanya patahan di perairan dusun Mahu, negeri setempat. Sebab, awalnya gelombang muncul di perairan tersebut.

Kata dia, ini untuk kedua kalinya terjadi peristiwa yang sama, dimana patahan lempengan pernah terjadi di perairan Mahu pada tahun 2004 silam.

“Awalnya air naik di perairan dusun Mahu. Ini untuk kedua kalinya terjadi patahan di perairan Mahu setelah terjadi pada 2004 silam,” jelasnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari BMKG Maluku menyebutkan, gempabumi tektonik magnitudo 6.1 itu terjadi pada Rabu 16 Juni 2021 pukul 13.43 WIT, dengan pusat gempa terjadi di wilayah pulau Seram pada koordinat 4,4 lintang selatan – 129,5 bujur timur.

Gempa itu terjadi pada kedalaman 10 km dan berjarak 2 km selatan negeri Tehoru dan 62 km tenggara Sawai. Gempabumi tersebut tidak berpotensi tsunami. Warga diminta untuk tidak panik dan selalu waspada dan selalu memantau info dr BMKG.

“Meskipun tidak berpotensi tsunami, namun warga disarankan untuk menjauhi bibir pantai dan menunggu update dari BMKG sampai dengan 2 jam,” ungkap sumber BMKG.(*)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top