---------
HUKRIM

Tanaya Bakal Kembali Diperiksa

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, — Tim Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku mulai mengagendakan pemeriksaan terhadap Tan Lie Tjen alias Fery Tanaya, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) 10 MV tahun anggaran 2016, di Dusun Jiku Besar, Desa Namlea, Kabupaten Buru.


Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Samy Sapulette mengungkapkan, selain Fery Tanaya, Jaksa Penyidik juga telah mengagendakan pemeriksan terhadap tersangka Abdul Gafur Laitupa, mantan Kepala Seksi Pengukuran (Kasi Kur) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Buru, yang saat betugas di BPN Provinsi Maluku.

“Setelah putusan sidang praperadilan kemarin, Penyidik mengagendakan untuk segera melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka (Fery dan Gafur),” kata Samy, saat dikonfirmasi koran ini, di ruang kerjanya, Selasa, 2 Maret 2021.

Ditanya apakah kedua tersangka akan langsung ditahan usai menjalani pemeriksaan, Samy mengaku hal tersebut merupakan kewenangan Jaksa Penyidik demi kepentingan penyidikan.

“Saya tidak tahu soal itu, yang pasti ditahan atau tidaknya tersangka itu kewenangan Penyidik. Ikuti saja perkembangan kasusnya nanti,” terang Samy.

Saat ini, kata Samy, Jaksa Penyidik sementara fokus untuk menyelesaikan seluruh rangkaian proses penyidikan kasus pengadaan lahan untuk pembangunan PLTMG, sehingga kasusnya bisa segera dilimpahkan ke Penuntut Umum atau tahap I.

“Penyidik mulai bekerja cepat di kasus ini, dengan harapan proses penyidikan cepat rampung dan berkas perkara kedua tersangka bisa segera dilimpahkan ke Penuntut Umum untuk diteliti lagi kelengkapan berkas perkaranya,” tuturnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil audit yang dilakukan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Maluku, ditemukan total kerugian keuangan negara yang diakibatkan oleh tersangka Fery Tanaya dan tersangka Abdul Gafur Laitupa sebesar Rp 6.081.722.920.

“Jadi, kerugian negara ini didapat dari perbuatan FT dibantu AGL selaku kepala Seksi Pengukuran BPN Kabupaten Buru saat itu, yang kemudian menjual tanah negara di Dusun Jiku Besar seluas 48.645,50 meter persegi kepada PT. PLN Wilayah Maluku-Maluku Utara, untuk pembangunan PLTMG 10 MV,” jelas Samy. (RIO)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top