HUKRIM

Tersangka Korupsi BBM DLHP Segera Diekspose

RAKYATMALUKU.COM – AMBON — Kejaksaan Negeri (Kejari) Ambon segera menetapkan pihak-pihak terkait dalam kasus dugaan korupsi anggaran Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk kendaraan pengangkut sampah pada Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, tahun anggaran 2018-2020, sebagai tersangka.

Pasalnya, penanganan kasus tersebut saat ini telah ditingkatkan dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Dalam serangkaian penyelidikan ditemukan suatu peristiwa perbuatan melawan hukum yang diduga sebagai tindak pidana korupsi, serta ditemukan dua alat bukti yang cukup.

“Benar, kasusnya sudah ditingkatkan ke tahap penyidikan melalui gelar perkara,” kata Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Ambon Jino Talaku, saat dikonfirmasi koran ini, via selulernya, Senin, 17 Mei 2021.

Dijelaskan, ditahap penyidikan ini, Jaksa Penyidik akan kembali melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi-saksi terkait, untuk mencari serta mengumpulkan bukti yang dengan bukti itu akan membuat terang tentang tindak pidana yang terjadi, dan guna menemukan tersangkanya.

“Tentunya Jaksa Penyidik akan bekerja cepat dalam pengumpulan bukti-bukti. Kalau sudah cukup dua alat bukti yang kuat, maka pihak-pihak yang patut diduga akan ditetapkan sebagai tersangka untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya,” jelas Jino.

Informasi koran ini di Kantor Kejari Ambon mengungkapkan, sejumlah saksi-saksi telah diagendakan untuk menjalani pemeriksaan ditahap penyidikan. Mereka diantaranya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) Kota Ambon, Luzia Izaak, dan beberapa anak buahnya, yang salah satunya kepala seksi persampahan.

“Pemanggilan terhadap pihak-pihak terkait itu lantaran mereka patut diduga mengetahui anggaran BBM untuk kendaraan pengangkut sampah di DLHP Kota Ambon tahun anggaran 2018-2020,” jelas sumber yang meminta namanya dirahasiakan.

Dia menjelaskan, dalam penyelidikan kasus ini, Kepala DLHP Kota Ambon Luzia Izaak pernah dicecar puluhan pertanyaan oleh Jaksa Penyelidik terkait dengan jatah pengisian BBM per hari bagi 80 lebih kendaraan pengangkut sampah yang mengisi BBM di Pom Bensin/ SPBU Belakang Kota, Pantai Mardika.

Pasalnya, setiap kendaraan pengangkut sampah di DLHP Kota Ambon diketahui mendapat jatah pengisian BBM sebanyak 75 liter. Namun kepada Jaksa Penyelidik, para supir mengaku hanya menerima pengisian BBM sebanyak 50 liter per harinya.

“Jadi diduga ada dua struk pengisian BBM berbeda yang dikeluarkan oleh pihak Pom Bensin/ SPBU Belakang Kota. Struk satunya tertulis 75 liter yang dipegang pihak DLHP Kota Ambon, dan struk satunya lagi tertulis 50 liter yang dipegang para supir pengangkut sampah,” beber sumber itu. (RIO)

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
--------------------

Berita Populer

To Top