HUKRIM

Tiga Tersangka di Kasus RSUD Namrole

RAKYATMALUKU.COM – AMBON, – Kejaksaan Negeri (Kejari) Buru resmi menetapkan tiga tersangka dalam kasus dugaan korupsi dua proyek fiktif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole, Kabupaten Buru Selatan (Bursel) tahun anggaran 2017 dan 2020.

Pelaksana harian (Plh) Kajari Buru, Azer Jongker Orno mengatakan, tiga tersangka itu diantaranya PNS RSUD Bursel inisial LA selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), RK dan HT masing-masing selaku pihak swasta yang meminjam CV. Sinar Bupolo dan CV. Naila.

“Melalui hasil gelar perkara, maka telah ditetapkan tiga tersangka berdasarkan dua alat bukti yang cukup, salah satunya kerugian keuangan negara atas pembayaran kegiatan fiktif itu sebesar Rp 329.613.687 bersumber dari APBD,” kata Acer, kepada koran ini via selulernya, Senin, 13 September 2021.

Dikatakan Acer, dua proyek fiktif di RSUD Bursel itu, pertama, pekerjaan penimbunan area antar gedung laboratorium dan kebidanan dan sekitarnya senilai Rp 184.022.000 dikerjakan oleh CV. Sinar Bupolo. Dan kedua, pekerjaan penimbunan area gedung UGD dan sekitarnya senilai Rp 175.000.000 yang dikerjakan oleh CV. Naila.

“Jadi, setelah RK dan HT meminjam dua perusahaan, lalu mereka menandatangani kontrak dengan LA selaku PKK di tahun 2020, bahwa seolah-olah ada pekerjaan di tahun 2017. PPK kemudian menjadikan surat perjanjian kontak itu sebagai dasar tagihan untuk pembayaran, ditambah dengan biaya perencanaan dan pengawasan,” jelas Orno.

Dijelaskan, dari total kerugian keuangan negara sebesar Rp 329.613.687 itu, tersangka LA selaku PK hanya menerima Rp 3,5 juta, sisanya dibagi dua oleh tersangka RK dan tersangka HT. Tersangka RK dan HT, kemudian memberikan fee sebesar tiga persen kepada bos CV. Sinar Bupolo dan fee 2,5 persen kepada bos CV. Naila.

Dan ditahap penyidikan, lanjut Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Buru itu, pihaknya berhasil menyita uang tunai dari tiga tersangka dan enam saksi lainnya, termasuk bos CV. Sinar Bupolo dan bos CV. Naila, dengan total Rp 130.075.000.

“Tersangka LA kembalikan Rp 3,5 juta, tersangka RK Rp 5 juta, tersangka HT Rp 20 juta, bos CV. Sinar Bupolo Rp 3 juta, dan bos CV. Naila kembalikan Rp 4.375.000. Sisanya dikembalikan oleh empat saksi-saksi lainnya secara bervariasi. Sehingga, masih sekitar Rp 199 juta yang belum dikembalikan,” jelas Orno.

Acer menceritakan, awalnya pekerjaan timbunan di area RSUD Namrole dilakukan untuk mensukseskan kegiatan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Maluku ke XXVII di Bursel tahun 2017. Dimana para kontingen akan menginap di RSUD yang saat itu belum difungsikan.

“Area itu tergenang air, sehingga almarhum wakil Bupati Ayub Saleky meminta tolong pada rekanan untuk buangan timbunan dibuang ke lokasi tersebut. Lalu ada salah satu mantan karyawan yang menimbun itu simpan dokumentasinya. Dokumentasi itu kemudian digunakan oleh dia dan kawannya untuk meminta bayaran ke pihak RSUD,” ungkapnya. (RIO)

--------------------

Berita Populer

To Top