AMBONESIA

Tim Labfor Makassar Olah TKP Kebakaran

RakyatMaluku.com – TIM dari Laboratorium Forensik Mabes Polri Cabang Makassar, akhirnya didatangkan Polres Pulau Ambon dan Pp Lease. Kedatangan tim berjumlah tiga orang yang dipimpin AKBP Kartono, ini untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) kebakaran empat unit Rumah Toko (Ruko) di Kawasan Batumerah, Selasa, 17 Juli.

Saat menginjakkan kaki di Bandara Pattimura, tim Labfor langsung menuju TKP. Mereka kemudian bekerja sesuai dengan tugas dan tanggungjawab yaitu membantu Polres Ambon untuk mengungkap penyebab kebakaran. Tim gabungan itu tampak berada di dalam Ruko yang diketahui sebagai sumber awal munculnya api.

Mereka melakukan pemotretan sejumlah titik lokasi untuk diselidiki.  Ketua Tim Labfor AKBP Kartono mengatakan, dari kebakaran yang melanda empat Ruko di Batumerah, dua diantaranya mengalami kerusakan berat.

“Kami memeriksa TKP kebakaran ini, yaitu ada empat mengalami kerusakan, kemudian rusak parah ada di Toko Dua Putri dan Atmi Jaya (dulu Hadi Utama, red). (Kami, red) Ada 3 orang, AKBP Kartono (saya, red), Kompol Puji Purnomo, dan Iptu Marjan, “ kata AKBP Kartono kepada wartawan di TKP, kemarin.

Setelah olah TKP, lanjut dia, pihaknya akan membawa sejumlah alat bukti ke Makassar guna diteliti lebih dalam lagi. Karena perlu pembuktian apakah kebakaran empat Ruko itu akibat arus pendek atau faktor lain. Ini yang akan diuji di Labfor Cabang Makassar.

“Kita bawa, ada abu arang, ada stop kontak dan kabel-kabel bekas kebakaran. Penyebabnya nanti kita periksa di lab untuk mengungkapkan kasus ini,” tandasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim AKP R.E Adikusuma menjelaskan bahwa persoalan ini akan diuji di Labfor Makassar. Peristiwa di Ruko Batumerah, sambung mantan Kasat Reskrim Seram Bagian Barat (SBB), sementara dalam penyelidikan. Tambah Adikusuma, korban kebakaran (Herdianti, red) sampai saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara.

“Tadi Tim Labfor olah TKP dari pagi sampai sekitar pukul 14.00 WIT. Kasus ini sudah kita periksa 2 orang, salah satunya pemilik Ruko.

“Korban masih di rawat di rumah sakit. Masih perlu perawatan akibat luka bakar yang dideritanya,” tandasnya.
Untuk diketahui, EMPAT unit rumah toko (Ruko) di Batu Merah, tepatnya di areal Blok M, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Senin, 16 Juli, sekira pukul 16.30 WIT, terbakar.

Dari empat ruko ini, tiga ruko ludes dilahap si jago me­rah, sementara satu ruko lain­nya hanya sebagain saja yang terbakar. Kebakaran di­duga akibat hubungan arus pen­dek yang berasal dari salah satu toko. Menurut keterangan sa­lah seorang saksi Munawir (29) Pemilik Toko Faizah (Blok M No 10, saat kejadian dirinya sedang makan di lantai tiga tokonya.

Dia kemudian dida­tangi oleh penjaga tokonya dan menyampaikan bahwa ada kebakaran di Toko Dua Putri Blok M No 8, yang berseblahan dengan tokonya. Sehingga dia langsung turun ke lantai dasar dengan maksud hendak melihat ke toko sebelah. Saat tiba di lantai dasar, Munawir melihat ternyata di Toko Hadi Utama Blok M No 9 sudah full dengan asap tebal, sehingga dia balik ke lantai 3 dan mengambil surat-surat penting dan langsung keluar dari toko bersama dengan keluarganya.

Menurut keterangan saksi lainnya Imran (42) pada saat sementara berjualan di tokonya, tiba-tiba dia melihat kumpulan asap tebal dari atas Ruko (Grosir Pakaian) milik Bapak.H.Tati, sehingga Saksi langsung meneriaki warga sekitar untuk melihat kumpulan asap tersebut dan setelah dilakukan pengecekan oleh warga setempat ternyata kumpulan asap tersebut timbul karena terjadi kebakaran yang dengan cepat membesar, sehingga warga setempat berbondong-bondong memadamkan api dengan alat seadanya sambil menghubungi Pemadam Kebakaran Kota Ambon.

Sedangkan keterangan dari saksi yang juga menjadi korban Hardiyanti bahwa pada saat kejadian dirinya sedang memasak di lantai 3, secara tiba-tiba melihat kumpulan asap yang naik ke lantai 3 tempat dia memasak.

Dan karena melihat asap tebal dia tidak dapat bernafas dengan baik serta merasakan panas yang menyengat karena api yang mulai membesar. Korban secara terus menerus meminta tolong sehingga masyarakat yang mengetahui keberadaannya menghimbau agar dia meloncat ke bawah melalui jendela bagian bela­kang yang pada saat itu juga warga sudah bersedia menolong dengan beralas kasur sehingga korban langsung meloncat dan langsung dilarikan ke RS.Bayangkara untuk mendapat perawatan medis.

Pantauan koran ini proses pemadaman sem­pat mengalami kendala di tempat kejadian per­kara (TKP), karena banyaknya warga disekitar loka­si kejadian sehinggga sulit akses jalur jalan yang masuk ke wilayah itu membuat api semakin membesar. Beruntung sekira pukul 17.25 WIT, datang mobil Water Canon milik Polda Maluku, dan mulai memadamkan api tersebut dan baru bisa dipadamkan sekira pukul 19.30 WIT. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top