HUKRIM

Toton Tertangkap, 3 Masih Diincar Polisi

RakyatMaluku.com – THOMAS alias Toton, tersangka penganiayaan terhadap warga Batu Gantung Dalam, Kecamatan Nusaniwe,  Kota Ambon, pada bulan Februari 2018 lalu, berhasil ditangkap polisi setelah terjadinya bentrok antar pemuda Batu Gantung Ganemo dan Tugu Dolan.Dengan tertangkapnya Toton, maka tiga DPO lagi yang masih diincar.

“Satu dari empat DPO terkait keributan, Minggu pagi di Batu Gantung Dalam, tepatnya Pasar Tagalaya, telah kita tangkap. Jadi masih ada tiga lagi DPO yang kita kejar. Semuanya tujuh orang, 3 sudah tahap dua di kejaksaan, kita tangkap satu kemarin dan tinggal 3 lagi,” kata Kapolres Pulau Ambon dan Pp Lease AKBP Sutrisno Hady Santoso kepada wartawan di ruang kerjanya, Rabu, 18 Juli.

Toton, pemuda Batu Gantung Ganemo, yang juga pelaku penganiayaan pacarnya pada bulan Maret lalu, ditangkap di depan Lorong Batu Gantung Ganemo. Tersangka kini ditahan di rumah tahanan (Rutan) Polres Ambon, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

“Dia pernah melakukan kekerasan terhadap kekasihnya. Kan dia ada beberapa LP nanti kita tindak lanjuti,” jelasnya.

Disinggung terkait bentrok, Kapolres menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat, pemuda, maupun tokog agama. Pertemuan guna mencegah agar tidak terulang lagi. Disampaikan juga, pemuda saat ini mulai kehilangan nilai karena tokoh agama pun tidak didengar.

“Pasca bentrok kita kumpulkan tokoh masyatrakat, Ketua-ketu RT maupun RW, tokoh agama untuk upaya-upaya menyelesaikan situasi. Dan saat ini Ketua RT/RW maupun pendeta tidak didengar suaranya oleh para pemuda yang ada. Kita tidak tahu apakah ini pergeseran nilai moral yang ada di masyarakat atau persoalan apa,” ucapnya.

Untuk menjaga tidak terjadi lagi bentrok, di kawasan Batu Gantung dan sekitarnya, polisi tetap melakukun pengamanan dan juga patroli. Ia menduga baku lempar kemarin (Selasa, red) karena miras. Pasalnya, sebelum bentrok terlihat pemuda-pemuda sedang miras.

“Kemarin tidak ada angin tidak hujan tiba-tiba sopir Anglot yang melintas dan dipukul. Saya tarik garis besar, awal mula semua dari miras. Karena sebelum bentrok anak-anak Batu Gantung Ganemo duduk dan miras. Ia ada masyatakat yang melihat dan ada anggota polsek kita juga melihat,” tutur Kapolres.

Pada kesempatan tersebut, Kapolres mengancam akan memindahkan anak buahnya yang tinggal di sekitar Kudamati, ke daerah lain apabila tak mampu menyelesaikan persoalan di kompleks masing-masing.

“Saya sudah kasi warning dua kali. Warning untuk ketiga kali tidak lagi, saya langsung pindahkan. Ya percuma tidak dapat mengatasi masalah dalam kawasannya sendiri. Saya pindakan ke Maluku Barat Daya (MBD) atau daerah lain,” tegasnya. (AAN)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top