BERITA COVID-19

Vaksinasi Untuk Melindungi Rakyat

BULA.- Masyarakat tidak boleh percaya terhadap informasi hoaks yang mengatakan vaksin dapat menyebabkan hal-hal negatif bahkan bisa membunuh orang yang sudah divaksin.

Bupati Kabupaten Seram Bagian Timur Abdul Mukti Keliobas, mengatakan informasi tersebut sengaja disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab agar masyarakat takut untuk melakukan vaksinasi.

Bupati menegaskan, pemerintah wajib melindungi rakyatnya dari bahaya yang sedang menyebar di seantero belahan dunia.

Oleh karena itu, bila dikatakan vaksin dapat memperpendek umur dan bahkan membunuh maka pemerintah tidak mungkin mengeluarkan anggaran sampai triliunan rupiah hanya untuk membeli obat vaksin.

“Jangan sampai karna kita melihat video dan lain-lain bahwa dampak vaksin umur tidak panjang seperti ini dan lain-lain. Pemerintah dari hari ke hari berupaya untuk memprotek kehidupan masyarakat sekaligus menganjurkan supaya kita harus siap hidup berdampingan dengan Covid-19 karena ini semua tuntutan kehidupan yang baru yang harus dijalani oleh semua masyarakat. Jadi jangan ada yang pikir bahwa vaksin itu nanti umur pendek, itu parlente (bohong),”tegas Bupati ketika meninjau progran vaksinasi di Pulau Gorom, Gorom Timur dan Pulau Panjang. Rabu, 17 November 2021.

Dalam kunjungan ini hadir juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejateraan Keluarga (TP-PKK) Ny. Yulia Misa Keliobas.

Bupati mengungkapkan, warga di kota-kota besar di Indonesia seperti Kota Surabaya dan Jakarta saat ini sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi. Meskipun vaksinasi dilakukan disetiap sudut kota warga akan berbondong-bondong
mengikuti.

Padahal, sebelumnya warga disana juga takut mengikuti vaksin namun karena dampak vaksin itu cukup membantu kehidupan warga terutama terhindar dari Corona virus. Oleh sebab itu, bila ada yang mengatakan virus Corona itu tidak ada maka ucapan tersebut sangat tidak mendasar alias bohong.

Dikatakan, meski orang yang divaksin tidak menutup kemungkinan akan terserang Virus Corona namun ada perbedaan lain yang nanti dirasakan antara orang yang divaksin dan tidak divaksin.

“Yang tidak vaksin yang bertambah sampai ke meninggal. Jadi ada yang berpikir vaksin sebenarnya penyakit covid ini tidak ada, itu omong kosong,”ungkap bupati. (ARI)

--------------------

Berita Populer

To Top