NEWS UPDATE

Vanath Singgung Keterlibatan Polisi Dalam Debat

RakyatMaluku.com – CALON wakil gubernur Maluku, nomor urut tiga, Abdullah Vanath menyinggung soal keterlibatan polisi dalam memenangkan pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno atau yang dikenal dengan sebutan BAILEO dalam debat publik kedua Pilgub Maluku, Rabu 20 Juni 2018 di gedung Siwalima Karang Pan­jang Ambon.

Dalam babak penyampaian pertanyaan kepada pasangan lain, calon wakil gubernur yang berpasangan dengan Herman Adrian Koedoeboen ini menyinggung soal keterlibatan polisi dalam memasang baliho dan spanduk dari pasangan BAILEO.

Vanath bahkan membawa foto yang diperli­hatkannya di atas panggung. Menurutnya, itu foto sebagai bukti ada polisi yang memasang spanduk BAILEO.

‘’Saya ingin bertanya kepada pak Murad Ismail yang adalah mantan Kapolda Maluku, kenapa ada polisi yang memasang spanduk BAILEO ?,’’ tanya Abdullah Vanath.

Menariknya, pertanyaan Vanath ini tidak dijawab oleh Murad Ismail. ‘’Saya rasa saya tidak perlu menjawab pertanyaan itu,’’ jawab Murad Ismail.

Calon Gubernur yang disusung PDI-P dengan gabungan partai lainnya ini justeru menyerang Abdullah Vanath dengan mengatakan bahwa setiap menjumpai masyarakat, Abdullah Vanath katakan bahwa dirinya tidak layak menjadi pemimpin di Maluku.

‘’Saya mau katakan kepada pak Abdullah Vanath bahwa saya ini lulusan AKPOL tahun 1985, lulus PTIK tahun 1994, lulus Sespim 1999 dan lulus Sespimti pada 2010,’’ kata mantan Kakor Brimob Polri ini.

Untuk mencairkan suasana, calon gubernur Herman Adrian Koedoeboen kemudian mengambil alih dan menjelaskan soal demokrasi yang harus dilaksanakan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk sesi menanggapi, calon wakil gubernur nomor urut dua juga menyampaikan kekesalannya kepada pasangan nomor urut tiga yang selalu menggunakan isu primodial baik isu agama maupun isu kedaerahan dalam kampanye-kempanyenya.

SEMARAK
Debat kandidat calon Gubenur- Wakil Gubernur Maluku, season dua berlangsung semarak. Debat kandidat yang merupakan tahapan serta agenda KPU tersebut mendapat sambutan meriah dari masyarakat khususnya tim pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang hadir di gedung Siwalima, Karang panjang Ambon, Rabu 20 Juni 2018.

Pantauan Rakyat Maluku, timses yang hadir menyaksikan debat kandidat secara Live tersebut hadir dengan simbol-simbol dukungan kepada pasa­ngan calon masing-masing. Dalam sambutannya, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) provinsi Maluku, Syamsul R Kubangun dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah bersama-sama mensukseskan kegia­tan debat kandidat. Bahkan, ungkapan terima­kasih disampaikan kepada stakeholder yang konsisten bersama KPU mewujudkan Pilkada dan demokrasi yang baik di Maluku.

“Tentunya kami ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang hadir dan sukseskan kegiatan debat kandidat tahap II,” singkat Rivan yang disambut gemuruh tepuk tangan.

Usai menyampaikan sambutan singkat, peserta debat kandidat diminta untuk menyampaikan visi-misi dan program kerja lima tahunan secara bergantian. Mulai dari pasangan nomor urut 1 Said Assagaff-Anderias Rentanubun, 2. Murad Ismail-Barnabas Orno, 3. Herman A Koedoboen – Abdullah Vanath. Menariknya, tensi debat mulai tinggi semenjak season I. Masing-masing pasangan calon yang di­be­­rikan kesempatan mulai tancap ‘gas’ dengan mem­berikan pertanyaan dan sanggahan secara ‘bertubi-tubi’.

Untuk menggali lebih dalam visi-misi paslon, KPU mengundang empat Rektor Universitas ternama di Kota Ambon sebagai panelis. Yakni Rektor Unpatti Ambon, Rektor IAIN Ambon, Rektor UKIM yang (diwa­kilkan) dan Rektor Unidar Ambon.

Untuk diketahui, kegiatan debat ini juga dijaga ketat apara gabungan TNI/Polri.

Debat dengan thema Pengelolaan SDA dan Pe­ning­katan SDM tersebut kemudian diuraikan dan disin­kronkan dengan visi-misi dan program kerja masing-masing kandidat.

Pasangan Said Assagaff-Anderias Rentanubun (SANTUN), ingin mengatur ulang tata kelola perda­gangan lewat penanaman modal dengan melibatkan semua stakeholder.

SANTUN juga ingin memperluas jaringan sup­layer, dan siapkan kanal-kanal yang berkaitan dengan tata kelola dan pengembangan potensi per­ekonomian di Maluku. Selain persoalan SDA, SDM menjadi faktor urgen. Pendidikan adalah kunci dalam mengembangkan kualitas SDM dan memperbaiki Indeks Pembangunan Manusia di Maluku.

Tapi, catatannya, pendidikan Maluku masih dalam zona yang tidak menggembirakan. Untuk itu, pasangan Herman Koedoeboen-Abdullah Vanatah (HEBAT) akan mengalokasikan dana 20 persen untuk pendidikan di Maluku.

“Untuk membangun pendidikan di Maluku, maka aspek sarana dan prasarana harus diperbaiki kualitasnya, termasuk kualitas dan kesejahteraan guru, dan penyebaran serta pemerataan. Melalui komit­men kebijakan anggaran 20 persen untuk pendidikan Maluku maka harus dilakukan. Anggaran harus berpihak pada pendidikan,” kata Herman.

Sementara pasangan Murad Ismail-Barnabas Orno (BAILEO) menekankan jika Maluku punya sumberdaya alam yang luar biasa, tapi masuk dalam kategori provinsi termiskin di Indonesia.

Kemiskinan lanjut Murad, terjadi karena sumber­daya alam yang tidak bisa dikelola secara maksimal. Sumberdaya manusia harus menjadi instrumen penting pengelolaan SDA untuk kesejahteraan dan kemajuan Maluku. Untuk itu salah satu visi kami adalah berdaulat atas kondisi kepeluaan.

“Maluku punya sumberdaya alam yang luar biasa, tapi masuk dalam kategori provinsi termiskin di Indonesia. Kemiskinan lanjut Murad, terjadi karena sum­berdaya alam yang tidak bisa dikelola secara maksimal. Sumberdaya manusia harus menjadi ins­tru­men penting pengelolaan SDA untuk kesejahteraan dan kemajuan Maluku,”kata Murad. (NAM/ASI)

======================
--------------------

Berita Populer

To Top